Jakarta - Pernahkah Sobat Medcom merasakan sensasi seperti 'melayang', 'membelok sendiri', atau tidak seimbang saat mengendarai motor matic, terutama di tikungan atau kecepatan tinggi? Kondisi ban belakang motor yang terasa goyang dan tidak stabil tentu sangat berbahaya karena berisiko memicu kecelakaan.
Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Berikut adalah beberapa penyebab utama ban belakang motor matic tidak stabil beserta cara mengatasinya!
1. Tekanan Angin Ban Kurang
Penyebab paling sepele namun paling sering diabaikan adalah tekanan angin ban yang sudah berkurang jauh dari standar. Ban yang kurang angin membuat dinding ban menapak terlalu lebar, tapak ban tidak stabil, dan kendali setir terasa berat serta limbung.
Selalu rutin mengecek tekanan angin ban minimal dua minggu sekali. Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di stiker dekat dek kaki atau buku manual motor Anda.
2. Tekor atau Rusaknya Sokbreker Belakang (Shockbreaker)
Sokbreker belakang yang sudah mati, bocor, atau patah as-nya kehilangan kemampuan untuk meredam kejut. Akibatnya, saat motor melewati jalan bergelombang atau bermanuver, roda belakang akan memantul liar dan membuat motor terasa 'buang' ke samping.
Baca Juga :
Kenali Tanda Kampas Ganda CVT Motor Matic Aus
Periksa apakah ada rembesan oli di silinder sokbreker. Jika sudah terlalu lemah atau bocor, segera ganti dengan unit yang baru agar redaman kembali optimal.
3. Masalah pada Karet Unit Link / Bushing Swing Arm
Pada beberapa jenis motor matic (terutama matic berbadan besar), terdapat komponen bushing atau unit penghubung antara mesin dan rangka. Jika karet bushing ini sudah aus, getas, atau pecah, poros roda belakang akan memiliki celah oblak (play) yang membuat posisi roda belakang tidak sejajar lurus dengan roda depan.
Coba goyang roda belakang ke arah kiri-kanan dengan tangan saat motor di atas standar tengah. Jika terasa ada oblak, periksa dan ganti karet bushing atau engine mounting yang sudah aus.
4. Velg Peyang atau Lahar Roda (Bearing) Pecah
Benturan keras saat menghantam lubang jalan dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan velg motor (terutama velg racing cetak) menjadi peyang. Selain itu, bearing atau klaher roda yang sudah oblak karena aus juga membuat posisi roda berputar tidak pada sumbu aslinya.
Putar roda belakang saat standar tengah untuk melihat apakah ada keolengan pada velg. Ganti bearing roda jika sudah bersuara berisik atau oblak, dan bawa velg ke tukang press jika terbukti peyang.
Baca Juga :
Pilihan Motor Matic Bekas Harga Rp3 Jutaan, Apa Saja?
5. Tapak Ban Sudah Gundul atau Aus Tidak Merata (Cupping)
Ban yang sudah melewati masa pakainya ditandai dengan kembangan/alur ban yang sudah tipis atau habis di bagian tengah maupun pinggir kehilangan daya cengkeram (grip), sehingga sangat mudah tergelincir atau terasa goyang di jalan basah maupun kering.
Ganti ban belakang dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai standar pabrikan atau merek aftermarket terpercaya yang memiliki kompon aman untuk harian.
Jakarta - Pernahkah
Sobat Medcom merasakan sensasi seperti 'melayang', 'membelok sendiri', atau tidak seimbang saat mengendarai
motor matic, terutama di tikungan atau kecepatan tinggi? Kondisi ban belakang motor yang terasa goyang dan tidak stabil tentu sangat berbahaya karena berisiko memicu
kecelakaan.
Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Berikut adalah beberapa penyebab utama ban belakang motor matic tidak stabil beserta cara mengatasinya!
1. Tekanan Angin Ban Kurang
Penyebab paling sepele namun paling sering diabaikan adalah tekanan angin ban yang sudah berkurang jauh dari standar. Ban yang kurang angin membuat dinding ban menapak terlalu lebar, tapak ban tidak stabil, dan kendali setir terasa berat serta limbung.
Selalu rutin mengecek tekanan angin ban minimal dua minggu sekali. Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di stiker dekat dek kaki atau buku manual motor Anda.
2. Tekor atau Rusaknya Sokbreker Belakang (Shockbreaker)
Sokbreker belakang yang sudah mati, bocor, atau patah as-nya kehilangan kemampuan untuk meredam kejut. Akibatnya, saat motor melewati jalan bergelombang atau bermanuver, roda belakang akan memantul liar dan membuat motor terasa 'buang' ke samping.
Periksa apakah ada rembesan oli di silinder sokbreker. Jika sudah terlalu lemah atau bocor, segera ganti dengan unit yang baru agar redaman kembali optimal.
3. Masalah pada Karet Unit Link / Bushing Swing Arm
Pada beberapa jenis motor matic (terutama matic berbadan besar), terdapat komponen bushing atau unit penghubung antara mesin dan rangka. Jika karet bushing ini sudah aus, getas, atau pecah, poros roda belakang akan memiliki celah oblak (play) yang membuat posisi roda belakang tidak sejajar lurus dengan roda depan.
Coba goyang roda belakang ke arah kiri-kanan dengan tangan saat motor di atas standar tengah. Jika terasa ada oblak, periksa dan ganti karet bushing atau engine mounting yang sudah aus.
4. Velg Peyang atau Lahar Roda (Bearing) Pecah
Benturan keras saat menghantam lubang jalan dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan velg motor (terutama velg racing cetak) menjadi peyang. Selain itu, bearing atau klaher roda yang sudah oblak karena aus juga membuat posisi roda berputar tidak pada sumbu aslinya.
Putar roda belakang saat standar tengah untuk melihat apakah ada keolengan pada velg. Ganti bearing roda jika sudah bersuara berisik atau oblak, dan bawa velg ke tukang press jika terbukti peyang.
5. Tapak Ban Sudah Gundul atau Aus Tidak Merata (Cupping)
Ban yang sudah melewati masa pakainya ditandai dengan kembangan/alur ban yang sudah tipis atau habis di bagian tengah maupun pinggir kehilangan daya cengkeram (grip), sehingga sangat mudah tergelincir atau terasa goyang di jalan basah maupun kering.
Ganti ban belakang dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai standar pabrikan atau merek aftermarket terpercaya yang memiliki kompon aman untuk harian.
(UDA)