Waspada efek menggunakan cairan anti ban bocor abal-abal, gunakan cairan anti ban bocor yang berkualitas tinggi. Medcom.id/Ekawan Raharja
Waspada efek menggunakan cairan anti ban bocor abal-abal, gunakan cairan anti ban bocor yang berkualitas tinggi. Medcom.id/Ekawan Raharja

Tips Knowledge

Cairan Anti Bocor, Bisa Bikin Ban jadi Bocor?

Ekawan Raharja • 15 Februari 2019 12:02
Jakarta: Belakangan ini banyak pengguna ban tubeless yang memasukan cairan atau gel anti-bocor ke dalam ban mereka. Tujuannya jelas agar ban mobil mereka aman dari kebocoran akibat tertusuk benda tajam seperti paku ataupun benda-benda tajam lainnya di jalan.
 
Hanya saja petugas tambal ban tubeless di salah satu SPBU di Depok, Surya, menjelaskan, secara fungsi memang cairan anti-bocor ini bisa membantu untuk melakukan penambalan secara otomatis. Tapi itu hanya sementara, terlebih untuk cairan anti-bocor berkualitas rendah, penggunanya harus waspada karena bisa menyebabkan masalah lainnya.
 
Saat ban tubeless tertusuk paku atau benda tajam lainnya, cairan anti-bocor terkadang meninggalkan lubang kecil yang membuat ban kempis secara perlahan. Solusinya memang harus dilakukan penambalan untuk dapat menutup lubang tersebut secara menyeluruh.

Selain itu untuk lubang ban yang ukurannya cukup besar, dan ditambah kualitas kekentalan cairan anti-bocor yang buruk, menyebabkan cairan akan merembes ke luar ban. Sehingga cairan ini akan berceceran ke berbagai ruang, khususnya di parkiran rumah ketika mobil sudah masuk ke dalam garasi.
 
Cairan Anti Bocor, Bisa Bikin Ban jadi Bocor?
Gunakan cairan anti bocor berkualitas tinggi agar tak merusak ban
 
Dikutip dari laman resmi Suzuki, cairan anti-bocor justru berpotensi merusak pentil ban. Alih-alih ban tetap sehat tanpa bocor, justru ban malah kempis secara perlahan akibat udara yang keluar dari sela-sela pentil tersebut.
 
Cairan anti-bocor juga memiliki potensi menyumbat pentil ban sehingga akan menyulitkan saat proses tambah angin. Jika sudah begini, mau tidak mau harus membeli pentil baru karena pentil yang lama tersumbat oleh gel cairan anti-bocor.
 
Salah satu efek yang dihasilkan dengan pengisian cairan anti-bocor di dalam ban adalah berpotensi mengganggu keseimbangan laju kendaraan. Meski pun sangat sedikit, tetap saja cairan yang ada di dalam ban ini akan ikut bergerak seirama dengan pergerakan ban. Pergerakan cairan di dalam ban ini yang kemudian memberikan gaya dan turut berpengaruh menggangu keseimbangan ban, meskipun efeknya sangat kecil.
 
Tentu tidak ada salahnya untuk anda tetap melakukan pemeriksaan ban secara rutin, meski ban sudah dilindungi dengan cairan anti-bocor. Selain untuk mengetahui kondisi ban, pengecekan rutin juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui tekanan angin yang ada di dalam ban.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan