Rotasi ban diperlukan agar permukaan habis merata. Auto
Rotasi ban diperlukan agar permukaan habis merata. Auto

Tips Knowledge

Pentingkah Rotasi Ban saat Musim Hujan?

Otomotif tips mobil safety driving tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 21 Januari 2020 10:37
Jakarta: Pemilik wajib mengetahui kondisi ban mobilnya, karena piranti ini punya peran penting dan sangat vital untuk mengontrol arah kendaraan, serta langsung bersentuhan dengan permukaan jalan.
 
Saat musim hujan atau kondisi jalan yang basah, diperlukan perfoma dan kondisi ban yang baik, karena berkaitan dengan faktor keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.
 
Kepala Bengkel Autopit Kalimalang Jakarta Timur, Mus Mulyadi, menjelaskan, tentang kondisi ban mobil yang aman untuk digunakan. Semua produk ban sudah dilengkapi dengan indikator keausan atau tread wear indicator (TWI). TWI adalah batas akhir pemakaian, yang punya ketinggian (ketebalan) 1,6 milimeter. TWI ini dilambangkan dengan gambar segitiga pada sisi ban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menjaga performa ban tetap maksimal, Mus menyarankan untuk melakukan rotasi ban mobil secara berkala, hal ini bertujuan agar ban aus/habis secara merata/bersamaan. Karena berat kendaraan tidak merata pada keempat ban mobil.
 
Ia juga menjelaskan cara merotasi ban yang benar, yaitu memindahkan atau menukar posisi kedua ban depan ke belakang setiap 10 ribu kilometer. Namun perlu diingat, melakukan rotasi ban, tentunya hanya untuk mobil dengan ukuran ban yang sama. Sementara untuk ukuran berbeda, seperti yang terdapat pada mobil-mobil tipe sport, ukuran ban depan dan belakang biasanya berbeda. Jadi tidak disarankan untuk melakukan rotasi.
 
Khusus untuk bagian rotasi ban ini, penting untuk memperhatikan posisinya. Ban depan sebelah kanan, hanya boleh dipindahkan ke belakang. Bukan dengan cara menukar posisi dari kiri ke kanan. Kalau dilakukan secara diagonal, itu masih direkomendasikan.
 
Perlu diingat, melakukan rotasi ban, tentunya hanya untuk mobil dengan ukuran ban yang sama. Sementara untuk ukuran berbeda, seperti yang terdapat pada mobil-mobil tipe sport, ukuran ban depan dan belakang biasanya berbeda. Jadi tidak disarankan untuk melakukan rotasi.
 
Hal ketiga yang disarankan oleh Mus, adalah melakukan spooring secara berkala setiap 10 ribu kilometer. Hal ini bertujuan agar ban tidak aus hanya pada satu sisi saja. Aus yang merata agar memungkinkan penggantian dilakukan sekaligus pada keempay ban (all in). Karena penggantian ban baru secara bersamaan membuat kinerja mobil lebih optimal.
 
Perlu diketahui, ban mobil yang telah melebihi batas akhir pemakaian, di kecepatan 60 km per jam hanya mampu mengalirkan 4 liter air per detik. Selebihnya tidak terbuang dan membuat ban berada di atas permukaan air. Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan mobil tidak bisa dikendalikan bahkan hilang kendali, apalagi pada saat pengereman dan pindah jalur. Ini biasa juga disebut dengan aquaplane.
 
Dia juga berpesan, apabila pemakaian ban sudah melebihi batas akhir pemakaian (botak), sebaiknya berhati-hati dan perhatikan kecepatan mobil Anda. Tujuannya agar bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif