Banyak pengendara motor pemula yang hadir di saat penerapan ganjil genap kembali berlangsung. MI/Pius Erlangga
Banyak pengendara motor pemula yang hadir di saat penerapan ganjil genap kembali berlangsung. MI/Pius Erlangga

Safety Riding

Ganjil Genap Kembali Berlaku, Waspadai Pengendara Pemula

Otomotif safety riding
Ekawan Raharja • 05 Agustus 2020 12:41
Jakarta: Sejumlah ruas di Jakarta kembali diberlakukan peraturan Ganjil Genap pada Pagi dan Sore hari. Hal ini kemudian mau tidak mau membuat sejumlah orang yang tidak bisa bepergian dengan mobil dan enggan menaiki kendaraan umum di tengah Pandemik, memilih moda transportasi sepeda motor.
 
Manager Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Johannes Lucky, menekankan bagi para pengguna jalan mewaspadai adanya pengendara sepeda motor pemula. Hal ini tentu bisa saja terjadi karena banyaknya pengendara baru yang tidak terbiasa berkendara sepeda motor namun terpaksa harus menggunakannya di jalan.
 
"Hal yang harus diwaspadai adalah pengendara sepeda motor baru. mereka belum terbiasa berkendara sepeda motor dan karakteristiknya sedikit berbeda ini perlu diwaspadai," ungkap Johannes Lucky Selasa (5/8/2020) di acara NGOVID Forwot Bareng AHM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk hal ini, para pengendara yang sudah berpengalaman atau sehari-hari bepergian dengan sepeda motor bisa lebih mengalah serta menerapkan defensif riding. Hal ini untuk meminimalisir resiko kecelakaan dan mengedepankan aspek keselamatan.

Ciri-Ciri Pengendara Pemula

Johannes Lucky juga membeberkan kepada pengendara pemula ini bisa diidentifikasi melalui cara berkendaranya. Setidaknya ada 3 cara mudah yang bisa digunakan untuk menganalisa pengendara pemula di jalan raya.
 
Pertama, pengendara pemula biasanya tidak paham mengenai penggunaan lajur. Mereka biasanya berada di lajur tengah namun dengan kecepatan rendah selama perjalanan.
 
Kedua, dilihat dari cara berkomunikasi menggunakan instrumen yang ada di sepeda motor. Sebagai contoh mereka akan sering menekan klakson atau mereka tidak tahu penggunaan lampu sein yang baik dan benar.
 
Ketiga, pengendara pemula cenderung mengemudikan pelan meski jalanan sedang kosong. Alhasil sepeda motornya akan mengganggu pengguna jalan lainnya yang ada di belakang.
 
"Jadi terkait pengendara pemula yang selalu kita lakukan adalah punya jarak. Di kondisi apapun dan kecepatan berapapun harus punya jarak. Jaga jarak ini lebih kepada punya ruang dan waktu yang cukup untuk melakukan antisipasi," beber Johannes Lucky.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif