Timing pengapian berubah, bisa picu panas berlebih di ruang bakar dan menyebabkan busi meleleh. medcom.id/Ahmad Garuda
Timing pengapian berubah, bisa picu panas berlebih di ruang bakar dan menyebabkan busi meleleh. medcom.id/Ahmad Garuda

Pengapian Dini di Ruang Bakar, Bikin Busi Meleleh

Otomotif tips motor komponen otomotif tips knowledge
Ahmad Garuda • 28 Desember 2018 18:17
Jakarta: Mengubah timing pengapian di ruang bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi pola pembakaran bawaan mesin, secara tidak sadar membuat pengapian lebih dini terjadi. Hal ini bisa memicu terbakarnya campuran udara dengan bahan bakar berlangsung dalam frekuensi lebih lama.
 
Dalam kondisi seperti ini, temperatur standar yang bisa diterima oleh busi, bisa lebih tinggi. Alhasil jika digunakan dalam perjalanan yang agak jauh, kemungkinan membuat busi overheat sehingga elektroda memuai. Tahapan selanjutnya setelah itu tetap terjadi adalah temperatur yang terus naik di ruang bakar.
 
Ketika suhu busi mencapai 800 derajat celcius, elektroda dan ujung busi pada umumnya akan memerah karena menyala. Ini menjadi sumber pengapian ketika bahan bakar kembali disemprotkan ke ruang bakar dan pembakaran semakin tak normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kondisi ini akan merusak kinerja komponen di ruang bakar dan akhirnya merusak mesin itu secara keseluruhan. Hal ini pun diperingatkan oleh Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano saat memberikan keterangan kepada medcom.id. Bahwa mengubah komponen pengapian (kelistrikan) yang bisa mengubah timing pengapian, harus diperiksa ulang.
 
"Hal itu penting, untuk membuat mesin bekerja sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya kalau kita ingin menaikkan performa mesin dengan mengganti komponen kelistrikan tertentu, seharusnya komponen lain yang berhubungan langsung pun disesuaikan. Jadi nantinya tidak timpang dan mesin bisa beroperasi secara normal," ujar Diko.
 
Jika solusi yang diberikan Diko sudah dilakukan dan tetap terjadi panas berlebihan di komponen busi, maka patut mewaspadai beberapa hal penyebab timbulnya overheat di ruang bakar, di antaranya:
 
-Campuran udara dan bahan bakar yang terlalu tipis. Solusi yang diberikan biasanya melakukan pemeriksaan sensor oksigen dan peralatan lain sejenis.
-Masalah berikutnya adalah sistem pendingin mesin atau pelumas kurang atau menguap. Solusinya tentu sangat mudah, tinggal menambahkan cairan pendingin atau pelumas.
-Tekanan turbo berlebihan bagi mesin yang menggunakan komponen tersebut. Disarankan untuk melakukan penyesuaian kinerja mesin dengan tekanan turbo yang bisa diakomodasi di ruang bakar.
-Bunyi ngelitik (detonation) yang biasanya dibiarkan dalam waktu lama. Biasanya karena setelan sensor aliran udara tak tepat atau penggunaan BBM beroktan rendah atau terlalu tinggi.
-Pemasangan busi yang tidak kencang, juga bisa menjadi penyebabnya. Solusinya tentu sangat gampang, karena Anda tinggal mengencangkannya dengan kunci torsi.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif