Jakarta - Banyak orang yang mungkin menganggap bahwa penggunaan pelumas yang lebih encer, bisa membuat mesin motor jadi enteng. Bisa jadi ini hanya jadi rasa berkendara yang biasa saja. Padahal jika memperhatikan buku manual setiap kendaraan, ada rekomendasi pelumas yang diberikan oleh tiap brand untuk tipe kendaraan.
Menurut Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, Ia selalu mengimbau konsumen untuk tidak hanya memperhatikan waktu penggantian oli. Tapi juga memahami spesifikasi pelumas yang digunakan.
"Dengan memilih oli yang tepat dan menggantinya secara berkala sesuai rekomendasi buku manual kendaraan, performa mesin dapat tetap terjaga dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman," ujar Mulianto melalui keterangan singkatnya kepada Medcom.id pada Rabu (22/7/2026).
Selain itu, Mulianto melanjutkan bahwa penggunaan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan juga menjadi bagian penting. Terutama dalam menjaga kinerja kendaraan secara optimal.
Baca Juga:
Kenali Ciri-Ciri Oli Palsu agar Tak Salah Beli
Setiap kendaraan memiliki kebutuhan spesifikasi oli yang berbeda. Oli yang terlalu kental maupun terlalu encer dapat mempengaruhi performa pelumasan apabila tidak sesuai dengan karakteristik mesin.
"Karena itu, yang terpenting adalah menggunakan oli dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Pemilihan BBM pun harus diperhatikan. Menggunakan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi buku manual kendaraan untuk menjaga performa mesin."
Efek Penggunaan Pelumas Terlalu Encer dan Terlalu Kental
Jika Sobat Medcom berpikir bahwa menggunakan oli dengan viskositas (tingkat kekentalan) yang terlalu encer bisa membuat kendaraan lebih cepat mencapai RPM tinggi, memang tidak salah. Namun penggunaan pelumas yang terlalu encer tentu juga punya efek.
Tentu oli harus diganti dalam masa yang lebih cepat. Efeknya jika tidak diganti lebih cepat, tentu akan membuat kinerja mesin lebih panas dan berpotensi membuat performa menurun. Kalau dibiarkan dalam waktu lama, pastinya akan membuat komponen mesin bisa rusak.
Kemudian jika menggunakan oli yang lebih kental dengan tujuan malas ganti oli, juga tidak tepat. Lantaran kinerja mesin akan lebih berat bergerak. Ini memaksa mesin akan bekerja lebih keras sehingga juga berpotensi menimbulkan panas berlebih.
Jakarta - Banyak orang yang mungkin menganggap bahwa penggunaan
pelumas yang lebih encer, bisa membuat
mesin motor jadi enteng. Bisa jadi ini hanya jadi rasa berkendara yang biasa saja. Padahal jika memperhatikan buku manual setiap kendaraan, ada rekomendasi pelumas yang diberikan oleh tiap brand untuk tipe kendaraan.
Menurut Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, Ia selalu mengimbau konsumen untuk tidak hanya memperhatikan waktu penggantian oli. Tapi juga memahami spesifikasi pelumas yang digunakan.
"Dengan memilih oli yang tepat dan menggantinya secara berkala sesuai rekomendasi buku manual kendaraan, performa mesin dapat tetap terjaga dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman," ujar Mulianto melalui keterangan singkatnya kepada Medcom.id pada Rabu (22/7/2026).
Selain itu, Mulianto melanjutkan bahwa penggunaan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan juga menjadi bagian penting. Terutama dalam menjaga kinerja kendaraan secara optimal.
Setiap kendaraan memiliki kebutuhan spesifikasi oli yang berbeda. Oli yang terlalu kental maupun terlalu encer dapat mempengaruhi performa pelumasan apabila tidak sesuai dengan karakteristik mesin.
"Karena itu, yang terpenting adalah menggunakan oli dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Pemilihan BBM pun harus diperhatikan. Menggunakan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi buku manual kendaraan untuk menjaga performa mesin."
Efek Penggunaan Pelumas Terlalu Encer dan Terlalu Kental
Jika Sobat Medcom berpikir bahwa menggunakan oli dengan viskositas (tingkat kekentalan) yang terlalu encer bisa membuat kendaraan lebih cepat mencapai RPM tinggi, memang tidak salah. Namun penggunaan pelumas yang terlalu encer tentu juga punya efek.
Tentu oli harus diganti dalam masa yang lebih cepat. Efeknya jika tidak diganti lebih cepat, tentu akan membuat kinerja mesin lebih panas dan berpotensi membuat performa menurun. Kalau dibiarkan dalam waktu lama, pastinya akan membuat komponen mesin bisa rusak.
Kemudian jika menggunakan oli yang lebih kental dengan tujuan malas ganti oli, juga tidak tepat. Lantaran kinerja mesin akan lebih berat bergerak. Ini memaksa mesin akan bekerja lebih keras sehingga juga berpotensi menimbulkan panas berlebih.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)