Ilustrasi berkendara sepeda motor. Wahana Honda
Ilustrasi berkendara sepeda motor. Wahana Honda

5 Hal yang Harus Diperhatikan Pemotor Saat Berpuasa

Ekawan Raharja • 26 Februari 2026 12:53
Ringkasnya gini..
  • Berkendara saat puasa butuh perhatian ekstra karena kondisi fisik menurun dan mudah lelah.
  • Pemotor disarankan atur rute, jaga waktu tidur, dan penuhi asupan sahur agar tetap fokus.
  • Gunakan perlengkapan lengkap, jaga jarak aman, dan menepi jika lelah demi keselamatan.
Jakarta: Berkendara dengan menggunakan sepeda motor bukan perkara mudah saat kondisi berpuasa, dikarenakan kondi fisik yang pasti menurun, lelah, kantuk, dan penurunan fokus. Meski begitu, semangat cari aman harus tetap digaungkan, pengendara diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi diri dan menerapkan kebiasaan berkendara aman di setiap perjalanan.
 
“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut lebih perhatian ekstra agar tetap #Cari_Aman,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dikutip dari keterangan resminya.
 
Sejalan dengan hal tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian utama para pengguna sepeda motor selama menjalani ibadah puasa. Lima poin berikut diharapkan dapat menjadi panduan praktis agar aktivitas berkendara tetap aman, nyaman, dan selamat, sekaligus cari aman di jalan raya.
 

1. Atur Rute Perjalanan

Merencanakan rute perjalanan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum berkendara. Dengan mengetahui jalur yang akan dilalui, pengendara dapat menghindari titik kemacetan tinggi atau jam sibuk lalu lintas yang berpotensi menimbulkan stres dan kelelahan. Rute yang lebih lancar membantu menjaga emosi tetap stabil dan konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Baca Juga:
Seru, Tim Manchester City Pakai Mobil Operasional BYD

 

2. Manajemen Waktu Tidur yang Baik

Kurangnya waktu istirahat merupakan salah satu penyebab utama menurunnya konsentrasi saat berkendara. Selama Ramadan, siklus tidur sering kali terpotong karena harus bangun sahur dan menjalankan ibadah malam. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu rasa kantuk berlebih hingga microsleep yang sangat berbahaya.
 

3. Asupan yang Cukup Saat Sahur

Sahur memegang peranan penting sebagai sumber energi utama. Melewatkan sahur atau bahkan mengonsumsi makanan yang tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk saat berkendara. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga kebugaran tubuh sehingga konsentrasi tetap optimal.
 

4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap

Perlengkapan berkendara bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan utama bagi pengendara sepeda motor. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu wajib digunakan. Selain melindungi tubuh jika terjadi hal yang tidak diinginkan, perlengkapan berkendara lengkap juga meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan selama perjalanan.
 

5. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman antar kendaraan sangat krusial, terutama saat berpuasa ketika konsentrasi dapat menurun akibat rasa lelah atau haus.

Baca Juga:
Jangan Tunggu Momen Mudik, Servis Kendaraan Sekarang!


Dengan jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi yang lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan. Disiplin menjaga jarak aman merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
 
“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan,” jelas Agus Sani.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan