DKI Jakarta: Sedang ramai rencana relokasi sejumlah pabrik di Indonesia yang bakal relokasi. Alva justru mengambil sikap untuk tetap bertahan dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, mengakui kondisi ekonomi sekarang sedang sulit. Tetapi merek motor asal Indonesia ini mengambil sikap untuk memperkuat bisnisnya di Tanah Air.
"Kalau secara makro memang ekonomi global sedang cukup menantang dan Indonesia juga pasti merasakan dampaknya. Tapi kami masih terus bekerja sama dengan supply chain otomotif di Indonesia. Itu juga salah satu alasan kenapa lokasi pabrik Alva ada di Cikarang," kata Putu pada Selasa (23-6-2026) di Pakubuwono Jakarta Selatan.
Kemudian mereka juga mengembangkan charging station. Putu klaim jumlahnya sudah meningkat hingga dua kali lipat, dan tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.
Baca Juga:
Bocoran Spesifikasi BYD Seal 08, Jarak Tempuh Sampai 785 Km
Jumlah konektor pengisian daya Alva melompat signifikan dari 180 unit di akhir tahun 2025 menjadi lebih dari 355 unit per Juni 2026 yang tersebar di 170 lokasi. Efeknya, permintaan motor listrik mereka tumbuh. Bahkan tanpa subsidi, terjadi kenaikan sampai 50 persen.
"Tahun 2025 tanpa insentif pun penjualan kami masih tumbuh lebih dari 50%. Artinya kalau produknya tepat, infrastrukturnya ada, dan masyarakat teredukasi, demand itu tetap terjadi," jelas Putu.
Perusahaan juga mengklaim permintaan motor listrik sepanjang tahun ini masih tumbuh. Bahkan hingga Mei 2026, penjualan disebut sudah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya meski tanpa dukungan insentif pemerintah yang hingga kini masih menunggu kepastian.
"Indonesia masih punya peluang yang sangat besar, sehingga kami terus berinvestasi dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari sini," sebut Adit.
DKI Jakarta: Sedang ramai rencana relokasi sejumlah pabrik di Indonesia yang bakal relokasi.
Alva justru mengambil sikap untuk tetap bertahan dan mengembangkan ekosistem
kendaraan listrik di Indonesia.
Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, mengakui kondisi ekonomi sekarang sedang sulit. Tetapi merek motor asal Indonesia ini mengambil sikap untuk memperkuat bisnisnya di Tanah Air.
"Kalau secara makro memang ekonomi global sedang cukup menantang dan Indonesia juga pasti merasakan dampaknya. Tapi kami masih terus bekerja sama dengan supply chain otomotif di Indonesia. Itu juga salah satu alasan kenapa lokasi pabrik Alva ada di Cikarang," kata Putu pada Selasa (23-6-2026) di Pakubuwono Jakarta Selatan.
Kemudian mereka juga mengembangkan charging station. Putu klaim jumlahnya sudah meningkat hingga dua kali lipat, dan tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.
Jumlah konektor pengisian daya Alva melompat signifikan dari 180 unit di akhir tahun 2025 menjadi lebih dari 355 unit per Juni 2026 yang tersebar di 170 lokasi. Efeknya, permintaan motor listrik mereka tumbuh. Bahkan tanpa subsidi, terjadi kenaikan sampai 50 persen.
"Tahun 2025 tanpa insentif pun penjualan kami masih tumbuh lebih dari 50%. Artinya kalau produknya tepat, infrastrukturnya ada, dan masyarakat teredukasi, demand itu tetap terjadi," jelas Putu.
Perusahaan juga mengklaim permintaan motor listrik sepanjang tahun ini masih tumbuh. Bahkan hingga Mei 2026, penjualan disebut sudah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya meski tanpa dukungan insentif pemerintah yang hingga kini masih menunggu kepastian.
"Indonesia masih punya peluang yang sangat besar, sehingga kami terus berinvestasi dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari sini," sebut Adit.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)