Penjualan motor listrik masih sangat rendah, ini penyebabnya. medcom-uda
Penjualan motor listrik masih sangat rendah, ini penyebabnya. medcom-uda

Mengapa Persentase Penjualan Motor Listrik Kecil? Ini Alasannya!

Ahmad Garuda • 26 Maret 2026 17:20
Ringkasnya gini..
  • Bicara soal kendaraan listrik di Indonesia, sepeda motor mulai mendapatkan porsi yang cukup baik.
  • Meski penyerapannya dibandingkan dengan penjualan sepeda motor secara nasional masih sangat kecil, namun permintaannya mulai membaik.
  • Salah satu faktor yang membuat persentasei penjualan motor listrik secara total di Indonesia masih sangat kecil, lantaran jarak tempuh terbatas.
Jakarta - Bicara soal kendaraan listrik di Indonesia, sepeda motor mulai mendapatkan porsi yang cukup baik. Meski penyerapannya dibandingkan dengan penjualan sepeda motor secara nasional masih sangat kecil, yaitu di bawah 1 persen namun permintaannya mulai membaik.
 
Salah satu faktor yang membuat persentasei penjualan motor listrik terhadap penjualan motor secra total di Indonesia masih sangat kecil, lantaran jarak tempuh yang masih sangat terbatas. Mengapa itu bisa terjadi? Lantaran kapasitas penyimpanan baterai juga sangat terbatas. 
 
Jika dibandingkan dengan mobil listrik, jarak tempuhnya kurang lebih sama dengan mobil berbahan bakar dengan asumsi baterai penuh dan baterai penuh. Rata-rata jarak tempuh mobil berbahan bakar bisa sampai 500 km dan itu juga terjadi pada mobil listrik. 

Sementara untuk motor listrik, rata-rata maksimal jarak tempuh masih berada di bawah 150 km. Sedangkan perilaku pengguna motor listrik di Indonesia, hampir sama dengan pengguna mobil. Di mana pengguna sepeda motor pun mengendarai sepeda motornya dengan jarak yang jauh.

Baca Juga:
Rekomendasi Mobil Listrik Model Jip aka Boxy, Baru 2 yang Nongol!


Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi saat berbicara kepada Medcom.id beberapa waktu lalu, bahwa perilaku pengguna sepeda motor listrik masih sama dengan pengguna motor berbahan bakar. 
 
"Padahal di negara-negara luar, pengguna sepeda motor kebutuhannya untuk transportasi yang dekat-dekat saja. Kalau di Indonesia itu tidak berlaku, karena sepeda motor fungsinya sama dengan mobil. Dipakai juga untuk perjalanan jarak jauh," ujar Octavianus.
 
Hal inilah yang kemudian membuat segmen pasar kendaraan listrik di Indonesia masih sangat kecil. Sehingga beberapa pabrikan besar termasuk Honda sendiri tak begitu mati-matian dalam hal pengembangan sepeda motor listrik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan