Hanoi: Vinfast sudah memastikan diri untuk menjual sepeda motor berbasis listrik di Indonesia pada pertengahan tahun ini. Sejumlah strategi sudah dipersiapkan jenama asal Vietnam tersebut agar tidak hanya menjadi 'angin lalu' di pasar otomotif nasional.
CEO VinFast eScooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, menjelaskan perusahaan akan hadir di tengah-tengah pasar motor listrik dengan berfokus kepada penguatan ekosistem dan efisiensi biaya kepemilikan.
“Strategi kami masuk ke Indonesia adalah menggunakan pendekatan berbeda. Kami mempelajari brand yang sudah lebih dulu hadir, lalu mengedepankan keunggulan ekosistem VinFast,” ujar Yordan di Hai Phong Vietnam.
Dari segi produk, Vinfast bakal memperkenalkan tiga model sekaligus, yakni Evo, Feliz II, dan Viper. Nantinya ketiga model ini bakal didukung dengan infrastruktur pendukung.
Baca Juga:
BYD Atto 1 Dapat Pembaruan di Negeri Asalnya, Jarak Tempuh Makin Jauh
Infrastruktur pendukung ini mencakup jaringan stasiun penukaran baterai (battery swap station) yang mulai tersebar di berbagai titik. Infrastruktur ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses energi secara cepat dan praktis.
Kemudian dari segi dealer, kelak rival Yadea atau Alva ini janjikan puluhan dealer. Ekspansi dealer di awal-awal mencakup kota-kota besar di Pulau Jawa serta Bali, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
“Kami prioritaskan kota besar sebagai tahap awal. Jaringan sudah kami siapkan dan akan siap saat peluncuran,” kata Yordan.
Dealer yang dibangun juga mengadopsi konsep 3S (Sales, Service, Spare Part). Langkah ini bertujuan memberikan kepastian bagi konsumen dalam hal perawatan maupun ketersediaan suku cadang.
Baca Juga:
Barcode MyPertamina Hilang, Begini Cara Mengurusnya!
Selain itu, VinFast juga mengedepankan pendekatan total cost of ownership (TCO). Melalui strategi ini, konsumen diajak memahami biaya kepemilikan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari pembelian hingga operasional harian. Pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tarik skuter listrik di tengah persaingan pasar yang ketat.
Hanoi: Vinfast sudah memastikan diri untuk menjual
sepeda motor berbasis listrik di Indonesia pada pertengahan tahun ini. Sejumlah strategi sudah dipersiapkan jenama asal Vietnam tersebut agar tidak hanya menjadi 'angin lalu' di pasar
otomotif nasional.
CEO VinFast eScooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, menjelaskan perusahaan akan hadir di tengah-tengah pasar motor listrik dengan berfokus kepada penguatan ekosistem dan efisiensi biaya kepemilikan.
“Strategi kami masuk ke Indonesia adalah menggunakan pendekatan berbeda. Kami mempelajari brand yang sudah lebih dulu hadir, lalu mengedepankan keunggulan ekosistem VinFast,” ujar Yordan di Hai Phong Vietnam.
Dari segi produk, Vinfast bakal memperkenalkan tiga model sekaligus, yakni Evo, Feliz II, dan Viper. Nantinya ketiga model ini bakal didukung dengan infrastruktur pendukung.
Infrastruktur pendukung ini mencakup jaringan stasiun penukaran baterai (battery swap station) yang mulai tersebar di berbagai titik. Infrastruktur ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses energi secara cepat dan praktis.
Kemudian dari segi dealer, kelak rival Yadea atau Alva ini janjikan puluhan dealer. Ekspansi dealer di awal-awal mencakup kota-kota besar di Pulau Jawa serta Bali, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
“Kami prioritaskan kota besar sebagai tahap awal. Jaringan sudah kami siapkan dan akan siap saat peluncuran,” kata Yordan.
Dealer yang dibangun juga mengadopsi konsep 3S (Sales, Service, Spare Part). Langkah ini bertujuan memberikan kepastian bagi konsumen dalam hal perawatan maupun ketersediaan suku cadang.
Selain itu, VinFast juga mengedepankan pendekatan total cost of ownership (TCO). Melalui strategi ini, konsumen diajak memahami biaya kepemilikan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari pembelian hingga operasional harian. Pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tarik skuter listrik di tengah persaingan pasar yang ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)