Ilustrasi kamera e-TLE. MI/Pius Erlangga
Ilustrasi kamera e-TLE. MI/Pius Erlangga

Peraturan Lalu Lintas

Waspada, Kamera e-Tilang Bisa Mendeteksi Pelat Nomor Palsu

Otomotif tilang elektronik
M. Bagus Rachmanto • 23 Januari 2020 17:14
Jakarta: Kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) atau kamera tilang elektronik tidak cuma menangkap gambar pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Kamera bisa mengetahui kendaraan yang menggunakan pelat nomor palsu.
 
"Apabila nomor polisi tidak terdaftar akan menyala sirene nya," beber Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Mohamad Nasir di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Nasir mengungkapkan usai sirene berbunyi, operator TMC Polda Metro Jaya akan menghubungi petugas lalu lintas di sekitar lokasi. Petugas langsung melakukan pencarian kendaraan yang ditarget. "Nanti dipancarkan oleh operator dan ditindak oleh Polantas yang ada di lokasi tersebut."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat tidak menggunakan pelat palsu untuk menghindari tilang elektronik (e-TLE). Pemalsuan pelat bisa dijerat pidana.
 
"Prosesnya pidana umum nanti. Bukan pelanggaran lalu lintas, kalau pemalsuan perlakuan tidak menyenangkan," kata Nasir.
 
Lebih lanjut Nasir menjelaskan, kamera e-TLE akan merekam pelat seluruh kendaraan. Pengendara yang menggunakan pelat palsu akan terdeteksi. "Setelah terekam, kan kita lakukan pengecekan data. Baik secara sistem, kita cek juga secara manual."
 
Polda Metro Jaya akan menyosialisasikan sistem ini di media sosial. Sehingga, masyarakat betul-betul menggunakan pelat yang sesuai dengan kendaraannya.
 
Nasir juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan atas pelat yang digunakan orang lain agar mengadu ke polisi. "Kerugian korban secara materi dan imateriel terkait penggunaan pelat nomor miliknya itu nanti diprosesnya di pidana umum," pungkas Nasir.
 
Rencana ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbanyak pengadaan kamera e-TLE. Pemasangan kamera tilang elektronik bakal disebar di seluruh DKI.
 
Diketahui ada sekitar 18 titik dari kawasan Kota Tua hingga Blok M, dan delapan titik dari kawasan Grogol hingga Pancoran. Lalu, delapan titik dari kawasan Halim Perdana Kusuma hingga Cempaka Putih, dan 11 titik dari Jalan HR Rasuna Said sampai Jalan Prof Dr Satrio.
 
Saat ini, 12 kamera tilang elektronik telah terpasang di 10 titik, yakni satu kamera berjenis check point di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MRT Bundaran Senayan Ratu Plaza, Jakarta Selatan, dan satu kamera berjenis check point di JPO MRT Polda Semanggi Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Satu kamera berjenis check point di JPO depan Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, satu kamera berjenis check point di JPO MRT dekat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan satu kamera berjenis check point dan speed radar di Flyover Sudirman ke Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Kemudian, satu kamera berjenis check point dan speed radar di Flyover Thamrin ke Sudirman, Jakarta Pusat, dua kamera berjenis automatic number plate recognition di Simpang Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, satu kamera berjenis automatic number plate recognition di Simpang Sarinah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, dua kamera berjenis check point dan speed radar di Simpang Sarinah Starbuck, Jakarta Pusat, dan satu kamera berjenis check point dan automatic number plate recognition di JPO Plaza Gajah Mada, Jakarta Pusat.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif