Booth United E-Motor di IIMS. United E-Motor
Booth United E-Motor di IIMS. United E-Motor

Pemerintah Kaji Lanjutan Subsidi Motor Listrik, Besaran Insentif Belum Diputuskan

Ekawan Raharja • 02 Mei 2026 17:53
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah masih mengkaji subsidi motor listrik 2026, termasuk besaran dan skema penyaluran.
  • Wacana subsidi Rp5 juta per unit belum final dan menunggu aturan resmi.
  • Program ini juga ditujukan untuk kurangi impor BBM dan perkuat ketahanan energi.
DKI Jakarta: Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan pemerintah masih mengkaji kelanjutan program subsidi sepeda motor listrik. Hingga kini, besaran insentif dan skema penyaluran belum ditetapkan dan masih dibahas oleh tim teknis lintas kementerian.
 
“Belum diumumkan saya kira, masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa nanti kita bahas antara tim teknis,” kata Agus dikutip dari Antara.
 
Terkait wacana subsidi sebesar Rp5 juta per unit yang sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Agus menegaskan angka tersebut masih menunggu penetapan resmi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Iya tunggu PMK-nya, kalau nanti Rp5 juta (per unit), ya saya kira akan menuju posisi yang bagus ya,” katanya.

Baca Juga:
Mobil Bekas Ini Wajib Diperhitungkan buat Perempuan yang Mau Irit dan Nyaman


Agus menilai pemberian subsidi motor listrik tidak hanya berkaitan dengan upaya penurunan emisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Menurut dia, dinamika geopolitik global menjadi pelajaran penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
 
“Pengurangan-pengurangan dari kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting. Jadi angka Rp5 juta (per unit) itu saya kira angka yang cukup baik,” katanya menjelaskan.
 
Selain motor listrik, pemerintah juga membuka peluang pemberian insentif untuk mobil listrik. Hal ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik secara luas.
 
"Semua nanti akan berbasis electric vehicle. Karena apa? Karena sekali lagi, dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan (krisis) Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan, dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi. Jadi ketahanan energi itu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM," katanya menjelaskan.

Baca Juga:
Yadea Buktikan Motor Listrik Bisa Dipakai Bandung–Bogor Tanpa Ngecas


Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan program insentif motor listrik mulai diberlakukan pada 2026. Program tersebut direncanakan berjalan bertahap dengan target awal mencakup sekitar 6 juta unit sepeda motor.
 
Kajian awal pemerintah mengarah pada pemberian subsidi sekitar Rp5 juta per unit, namun keputusan final masih menunggu pembahasan lanjutan dan regulasi resmi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan