medcom.id, Jakarta: Angka penjualan sepeda motor nasional pada April lalu anjlok sekitar 15 persen dari Maret. Padahal pada Maret penjualan sempat naik 7 persen dibanding Februari.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan wholesales April kemarin berada diangka 563.341 unit. Dari 5 brand yang terdaftar sebagai anggota AISI, Honda masih mendominasi dengan angka yang sangat tinggi, mencapai 348.626 unit atau justru turun 440.171 unit pada Maret.
Setelah Honda, disusul Yamaha di urutan kedua dengan total penjualan 120.158 unit yang penjualannya justru membaik dari 108.416 unit menjadi 120.158 unit. Hal yang sama berlaku untuk TVS yang melepas 229 unit dari sebelumnya 187 unit untuk periode Maret-April.
Sementara untuk Suzuki dan Kawasaki, kedua brand ini mampu melepas 1.833 unit dan 7.190 unit. Pencapaian ini justru berlainan dengan tradisi penjualan motor selalu meningkat menjelang puasa dan lebaran.
"Sebenarnya bukan kondisi perekonomian kita yang cenderung menurun, tapi konsumen yang cenderung menunggu. Mereka tak mau dibilang salah langkah dengan membeli keperluan yang tidak terlalu urgent. Semua industri otomotif sangat merasakan ini," pungkas Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufakturing (YIMM), Mohammad Masykur dalam kesempatan berbeda.
medcom.id, Jakarta: Angka penjualan sepeda motor nasional pada April lalu anjlok sekitar 15 persen dari Maret. Padahal pada Maret penjualan sempat naik 7 persen dibanding Februari.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan wholesales April kemarin berada diangka 563.341 unit. Dari 5
brand yang terdaftar sebagai anggota AISI, Honda masih mendominasi dengan angka yang sangat tinggi, mencapai 348.626 unit atau justru turun 440.171 unit pada Maret.
Setelah Honda, disusul Yamaha di urutan kedua dengan total penjualan 120.158 unit yang penjualannya justru membaik dari 108.416 unit menjadi 120.158 unit. Hal yang sama berlaku untuk TVS yang melepas 229 unit dari sebelumnya 187 unit untuk periode Maret-April.
Sementara untuk Suzuki dan Kawasaki, kedua
brand ini mampu melepas 1.833 unit dan 7.190 unit. Pencapaian ini justru berlainan dengan tradisi penjualan motor selalu meningkat menjelang puasa dan lebaran.
"Sebenarnya bukan kondisi perekonomian kita yang cenderung menurun, tapi konsumen yang cenderung menunggu. Mereka tak mau dibilang salah langkah dengan membeli keperluan yang tidak terlalu urgent. Semua industri otomotif sangat merasakan ini," pungkas Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufakturing (YIMM), Mohammad Masykur dalam kesempatan berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)