medcom.id, Inggris: Regulasi balap World Superbike Championship (WSBK) tahun ini mengalami perubahan yang cukup besar. Terutama untuk sesi grid start race kedua. Itu takkan mengacu hasil sesi kualifikasi atau superpole lagi. Melainkan mengacu pada pengaturan dan acak hasil balap.
Pengaturan bakal didasarkan pada hasil balap race pertama, namun dilakukan pengaturan terbalik. Yaitu pemenang akan start di posisi ke-9, lalu runner up di posisi 8 dan peraih posisi finish ketiga akan start di posisi ke-7. Sementara peraih hasil finish 4-9 akan start di posisi grid 1-6.
Bagi rekan setim Jonathan Rea di tim Kawasaki Racing yaitu Tom Sykes, ini adalah aturan yang sangat aneh. Meski sudah sukses dilaksanakan di ajang British Superbike Championship (BSB), tapi ini ajang yang berbeda. Dan itu perlu perlakuan berbeda pula, mengingat ajang balap WSBK menjadi pamong balap motor produksi massal di dunia.
"Hingga sekarang saya masih sangat bingung dengan regulasi teknis itu. Saya bukan fans balap BSB tapi bisa saja pembalap yang berupaya tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi, mengalami sesi yang buruk di race kedua. Hingga saat ini saya belum mengerti maksud semua ini," kesal Sykes.
Tapi Ia menegaskan harus menerima regulasi yang ada. Mengingat ini akan berlaku untuk semua pembalap yang bisa tampil kompetitif di race pertama. Artinya kesempatan pembalap untuk bermain strategi juga jadi terbuka lebar.
medcom.id, Inggris: Regulasi balap World Superbike Championship (WSBK) tahun ini mengalami perubahan yang cukup besar. Terutama untuk sesi grid start race kedua. Itu takkan mengacu hasil sesi kualifikasi atau superpole lagi. Melainkan mengacu pada pengaturan dan acak hasil balap.
Pengaturan bakal didasarkan pada hasil balap race pertama, namun dilakukan pengaturan terbalik. Yaitu pemenang akan start di posisi ke-9, lalu runner up di posisi 8 dan peraih posisi finish ketiga akan start di posisi ke-7. Sementara peraih hasil finish 4-9 akan start di posisi grid 1-6.
Bagi rekan setim Jonathan Rea di tim Kawasaki Racing yaitu Tom Sykes, ini adalah aturan yang sangat aneh. Meski sudah sukses dilaksanakan di ajang British Superbike Championship (BSB), tapi ini ajang yang berbeda. Dan itu perlu perlakuan berbeda pula, mengingat ajang balap WSBK menjadi pamong balap motor produksi massal di dunia.
"Hingga sekarang saya masih sangat bingung dengan regulasi teknis itu. Saya bukan fans balap BSB tapi bisa saja pembalap yang berupaya tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi, mengalami sesi yang buruk di race kedua. Hingga saat ini saya belum mengerti maksud semua ini," kesal Sykes.
Tapi Ia menegaskan harus menerima regulasi yang ada. Mengingat ini akan berlaku untuk semua pembalap yang bisa tampil kompetitif di race pertama. Artinya kesempatan pembalap untuk bermain strategi juga jadi terbuka lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)