Jalan raya di Amerika jadi sepi gara-gara korona, malah jadi sirkuit ilegal bagi para maniak kecepatan. SNDimage
Jalan raya di Amerika jadi sepi gara-gara korona, malah jadi sirkuit ilegal bagi para maniak kecepatan. SNDimage

Balap Liar

Jalanan Sepi karena Korona, Balapan Liar Meraja Lela

Otomotif balap liar balap mobil
Ekawan Raharja • 27 Maret 2020 15:07
Toronto: Kini Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan tingkat penderita virus korona tertinggi, dan membuat orang mulai mempraktekan jaga jarak sehari-hari serta banyak berdiam diri di rumah. Hal ini membuat sejumlah ruas jalan menjadi sepi dan dimanfaatkan sejumlah oknum kebut-kebutan.
 
Dikutip dari Jalopnik, terjadi sebuah kecelakaan di Texas, Amerika Serikat, yang melibatkan sebuah Cadillac. Diketahui mobil tersebut melakukan kebut-kebutan dan berakhir dengan menabrak tiang listrik serta seorang anak berusia 9 tahun jadi korban cedera.
 
Sedangkan di Maryland jatuh korban jiwa karena balapan jalanan dan seorang remaja mengalami cedera. Sedikit masuk ke Toronto, Kanada, seorang pengemudi ditangkap karena ngebut lebih dari 160 kilometer per jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tercatat di tengah pandemik corona, tingkat kepadatan jalan di Amerika Serikat secara umum turun hingga 30 persen. Di beberapa negara bagian malah angkanya lebih besar lagi, khususnya di kota-kota yang tingkat pandemi korona sangat tinggi.
 
Tentu saja hal ini membuat berbahaya bagi seluruh masyarakat, mengingat kebut-kebutan di jalan raya memang berbahaya. Apalagi sampai membuat balapan liar yang jelas-jelas sangat membahayakan karena tidak dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang memadai.
 
Amerika Serikat memang kini mencatat kasus virus korona covid-19 terbesar di dunia. Total kasusnya telah melampaui Tiongkok. Kasus-kasus virus korona di AS telah mencapai jumlah total di Tiongkok dan Italia, menjadikan AS sebagai pusat wabah global.
 
“Di AS, kasus yang dikonfirmasi mencapai 82.404 pada Kamis malam, melampaui 81.782 Tiongkok dan 80.589 di Italia. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi secara global adalah 526.044,” menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins, seperti dikutip AFP, Jumat, 27 Maret 2020.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif