Industri Otomotif

Perang Tarif Impor, Produksi Harley-Davidson Bakal Fokus ke India

Ainto Harry Budiawan 28 Juni 2018 12:10 WIB
industri otomotifharley-davidson
Perang Tarif Impor, Produksi Harley-Davidson Bakal Fokus ke India
Harley-Davidson terbebani tarif impor baru Uni Eropa. MCN
Millwaukee: Perang tarif impor antara Uni Eropa dan Amerika Serikat, membuat pabrikan motor Harley-Davidson ingin angkat kaki dari negara adidaya tersebut. Ya, Anda tak salah baca karena memang itulah faktanya.

Hal ini dijelaskan merek yang justru berasal dari Amerika Serikat ini dalam sebuah kesempatan. Mereka akan memindahkan produksi beberapa modelnya keluar dari tanah kelahirannya itu, untuk menghindari tarif impor baru dari Uni Eropa.

Tarif impor baru sebesar 31 persen mulai efektif 22 Juni diberlakukan Uni Eropa. Hal ini untuk merespon tarif impor besi dan alumunium yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat.

Harley-Davidson mengatakan tarif baru itu akan menambah biaya ekspor tiap motor menjadi 2.200 US dollar (Rp31,4 jutaan). Tentu harga jual motor buatannya di Eropa pun akan melambung signifikan.


"Kami sangat yakin biaya akan membengkak dan ini berimbas terhadap sisi bisnis brang kami," tulis pernyataan resmi Harley-Davidson. Jika diteruskan, tarif impor ini akan menambah beban 90 sampai 100 juta US dollar per tahun, yang artinya mengurangi sepertiga keuntungan operasional mereka.

Pasar Eropa merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat untuk Harley-Davidson. Penjualan mereka tahun lalu di benua biru itu mencapai 40.000 unit motor. 

India disebut akan jadi lokasi perakitan motor-motor yang pindah perakitan. Di negara ini, Harley-Davidson sudah merakit dua model, yakni Street 750 dan Street Rod.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id