Berkendara sepeda motor perlu konsentrasi tinggi. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Berkendara sepeda motor perlu konsentrasi tinggi. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Safety Riding

Risiko Berkendara Motor saat Sedang Galau

M. Bagus Rachmanto • 11 Maret 2020 16:56
Jakarta: Berkendara sepeda motor membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar tetap aman di jalan. Konsentrasi yang dibutuhkan pengendara sepeda motor adalah lima kali lipat lebih besar dibanding dengan pengendara mobil.
 
Chief of Trainer Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi menjelaskan, banyak hal yang dapat mengganggu konsentrasi. Untuk itu Ia menyarankan agar tidak berkendara saat stress atau banyak pikiran.
 
"Jangan sekali-kali berkendara saat banyak pikiran atau galau, mengantuk, dan sambil menggunakan handphone itu berbahaya," kata Herry saat berbincang dengan medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Bahkan, menurutnya tak sedikit orang yang berusaha melepaskan stress dengan cara naik motor, seperti melakukan turing. "Jika niat turing untuk melepaskan stres sebaiknya ditunda. Baiknya lepaskan dulu stress dan lebih rileks sebelum turing."
 
Lebih lanjut Herry menambahkan, bahwa untuk menjaga keselamatan di jalan diperlukan juga yang namanya defensive riding. Yakni perilaku berkendara yang dapat membuat kita terhindar dari masalah. Baik yang disebabkan oleh orang lain atau diri sendiri. Karena defensive riding lebih kepada menjaga keselamatan bersama di jalan.

“Pengendara yang defensive riding, adalah yang menyediakan ruang/jarak kendaraan, kesadaran diri, selalu waspada, melihat dan dilihat. Ia selalu konsentrasi terus-menerus, memikirkan jalan keluar untuk segala situasi dan kondisi di jalan. Kemmudian memahami batasan diri dan kendaraan,” pungkasnya.
 
Herry mengingatkan, bahwa mengendarai motor menghadapi banyak bahaya dan harus dewasa saat berkendara. Jangan sampai terlupa, gunakan atribut berkendara lengkap.
 
Gunakan perlengkapan yang berstandar keselamatan, seperti helm full face, masker penahan debu, jaket kulit/tebal, dan jas hujan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.
  
Sebaiknya istirahat yang cukup dan konsentrasi, berhenti setelah menempuh jarak 2 jam perjalanan, untuk menghindari kelelahan, dehidrasi, mengantuk, serta penting untuk kembali meningkatkan konsentrasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan