Ilustrasi motor listrik. dok saige
Ilustrasi motor listrik. dok saige

Penyebab Baterai Motor Listrik SLA Cepat Drop

Adri Prima • 22 Juli 2026 20:49
Ringkasnya gini..
  • Baterai SLA masih banyak dipakai motor listrik murah, tetapi umur pakainya lebih pendek dibanding baterai lithium.
  • Kebiasaan menguras baterai hingga habis, overcharging, dan paparan panas mempercepat penurunan performa baterai SLA.
  • Rutin mengisi daya, memakai charger sesuai spesifikasi, dan menghindari beban berlebih dapat memperpanjang usia baterai SLA.
Jakarta: Masyarakat Indonesia kini mulai banyak yang mencoba beralih ke motor listrik khususnya untuk menunjang mobilitas jarak pendek. 
 
Kebanyakan motor listrik di yang beredar di Indonesia masih menggunakan baterai jenis Sealed Lead Acid (SLA).
 
SLA adalah baterai timbal-asam tertutup yang banyak digunakan pada motor listrik entry-level karena harganya lebih murah dibanding baterai lithium. 

Meski disebut "sealed" (tertutup), baterai ini tetap menggunakan teknologi timbal dan elektrolit, tetapi dirancang agar minim perawatan dan tidak perlu menambah air aki.
 
Saat ini, baterai SLA masih banyak digunakan pada motor listrik dengan harga di bawah Rp10 juta. 
 
Sementara itu, motor listrik kelas menengah hingga premium umumnya sudah memakai baterai lithium karena lebih ringan, lebih awet, dan mampu memberikan jarak tempuh yang lebih jauh.  Dari sisi kualitas, SLA tentunya masih di bawah lithium, termasuk dalam hal durasi ataupun ketahanan baterai. 
 
Dibandingkan lithium, baterai SLA lebih cepat drop apalagi jika kendaraan digunakan secara konsisten dalam waktu yang lama. 
 

Penyebab baterai SLA lebih cepat drop


Ada beberapa penyebab baterai SLA lebih cepat drop, berikut ini rinciannya: 
 
1. Sering dibiarkan habis total (deep discharge)
 
Menggunakan baterai hingga benar-benar kosong secara berulang dapat mempercepat kerusakan sel baterai SLA. Idealnya, baterai segera diisi ulang sebelum kapasitasnya terlalu rendah.
 
2. Terlalu lama tidak digunakan
 
Motor listrik yang disimpan berbulan-bulan tanpa pengisian ulang dapat membuat baterai mengalami self-discharge. Jika dibiarkan kosong terlalu lama, baterai berisiko mengalami kerusakan permanen (sulfasi).
 
3. Pengisian daya berlebih (Overcharging)
 
Meski sebagian besar charger modern memiliki sistem pemutus otomatis, penggunaan charger yang tidak sesuai spesifikasi atau rusak dapat menyebabkan pengisian berlebih sehingga mempercepat penurunan kapasitas baterai.
 
4. Suhu lingkungan yang tinggi
 
Paparan panas berlebihan, seperti parkir di bawah terik matahari dalam waktu lama, dapat mempercepat degradasi baterai SLA.
 
5. Sering membawa beban berlebih
 
Membawa penumpang atau barang melebihi kapasitas membuat motor membutuhkan arus listrik lebih besar sehingga baterai bekerja lebih keras dan umur pakainya menjadi lebih pendek.
 
6. Sering melewati tanjakan
 
Penggunaan di jalan menanjak secara terus-menerus meningkatkan beban motor listrik dan mempercepat pengurasan baterai.
 
7. Usia baterai
 
Secara alami, baterai SLA memiliki umur sekitar 2–4 tahun atau sekitar 300–500 siklus pengisian, tergantung kualitas dan pola penggunaan. Setelah melewati masa tersebut, kapasitas penyimpanan energi akan terus menurun.
 
8. Menggunakan charger yang tidak sesuai
 
Charger dengan tegangan atau arus yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat merusak sel baterai dan mengurangi usia pakainya.
 

Tips agar baterai SLA awet:


- Isi ulang baterai setelah digunakan, jangan menunggu hingga benar-benar habis.
- Gunakan charger bawaan atau yang sesuai spesifikasi.
- Hindari menyimpan motor dalam kondisi baterai kosong.
- Jika motor tidak digunakan lama, isi ulang setiap 2-4 minggu.
- Hindari parkir di tempat yang terlalu panas.
- Jangan sering membawa beban melebihi kapasitas kendaraan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan