Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kementerian Perindustrian

Populasi Kendaraan Listrik Indonesia Capai 468.231 Unit hingga April 2026

Ekawan Raharja • 18 Agustus 2026 08:28
Ringkasnya gini..
  • Populasi kendaraan listrik Indonesia mencapai 468.231 unit hingga April 2026, dengan motor listrik roda dua sebanyak 242.909 unit.
  • Penjualan motor listrik naik hingga 77.078 unit pada 2024, tetapi turun menjadi 55.059 unit pada 2025.
  • Pemerintah menilai stimulus pasar penting untuk mendorong permintaan sekaligus memperkuat produksi dan rantai pasok kendaraan listrik.
Kabupaten Bekasi: Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Langkah tersebut kembali diperkuat melalui peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) dan ekosistem pendukungnya oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 13 Agustus 2026.
 
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional juga terlihat dari pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Indonesia. Berdasarkan data yang diolah Kementerian Perindustrian (Kemenperin), populasi kendaraan listrik telah mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.
 
Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit. Sementara itu, kendaraan listrik roda empat penumpang tercatat sebanyak 223.100 unit.

Kemenperin mencatat populasi KBLBB nasional mengalami pertumbuhan eksponensial dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang periode 2020-2025.
 
Kendaraan listrik roda dua dan roda empat menjadi kelompok utama yang mendorong pertumbuhan tersebut. Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus menjadi tantangan bagi industri untuk memperkuat kapasitas produksi dan rantai pasok domestik.

Baca Juga:
Chery Q Panen Pesanan di GIIAS 2026


Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan peningkatan penggunaan kendaraan listrik perlu memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional, terutama melalui peningkatan produksi komponen, investasi, penguasaan teknologi, dan aktivitas industri dalam negeri.
 
“Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Artinya, semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen yang diproduksi di Indonesia, investasi yang masuk, teknologi yang kita kuasai, serta aktivitas industri yang tumbuh di dalam negeri,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resminya.

Penjualan Motor Listrik Capai 77.078 Unit pada 2024

Pertumbuhan kendaraan listrik juga terlihat dari pasar sepeda motor listrik. Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023. Angka tersebut kembali meningkat pada 2024 menjadi 77.078 unit. Namun, penjualan pada 2025 tercatat turun menjadi 55.059 unit.
 
Data tersebut menunjukkan perkembangan pasar sepeda motor listrik masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pembentukan permintaan.
 
Pada 2023 dan 2024, pemerintah menjalankan program bantuan pembelian KBLBB roda dua yang melibatkan 22 industri dan 70 tipe atau model kendaraan.

Baca Juga:
Belkote Bawa Mobil Bekas Dipakai Rally ke IMX 2026, Bagaimana Bentuknya?


Penyaluran bantuan tersebut mencapai 11.532 unit pada 2023. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 62.541 unit pada 2024 atau tumbuh sekitar 442 persen. Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit sepeda motor listrik telah mendapatkan bantuan pembelian melalui program tersebut.

Pemerintah Dorong Keseimbangan Permintaan dan Produksi

Agus menilai pengalaman dari program bantuan pembelian menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua.
 
“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua. Karena itu, kebijakan pengembangan demand dan supply harus berjalan beriringan sehingga industri memiliki kepastian pasar sekaligus terpacu terus melakukan investasi dan pendalaman struktur,” jelas Menperin.
 
Pemerintah selanjutnya mendorong agar pertumbuhan permintaan kendaraan listrik diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok di dalam negeri.
 
Melalui pengembangan ekosistem KBLBB dan peluncuran MoLiNas, pemerintah menargetkan pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional melalui investasi, produksi komponen lokal, penguasaan teknologi, dan pengembangan rantai pasok.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan