Kencang dan Pintar Baca Navigasi, Kunci Reli Lintas Negara
Rudy Poa menegaskan bahwa selain skill, pintar baca navigasi tulip juga punya peran besar. AS
Jakarta: Balap reli lintas negara skala Asia yaitu Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018, tahun ini akan berlangsung di dua negara berbeda. Tentu ini menjadi sebuah tantangan tersendiri, apalagi Indonesia juga mengiri lima pereli andalan ke ajang tersebut.

Rudy Poa yang tahun-tahun sebelumnya ikut serta sebagai pereli sekaligus coach berpasangan dengan Kadek Ramayadi, kini hanya sebagai manajer tim dari kelima pereli Indonesia ini. Kepada Medcom.id, Rudy pun bercerita tentang kunci sukses yang bisa membawa kemenangan bagi Indonesia berdasarkan pengalamannya.

"Skill memang cukup menentukan di balap reli lintas negara. Tapi yang terutama adalah lihai membaca road book atau sistem navigasi berbentuk tulang ikan atau yang biasa disebut tulip. Rekan setim saya yang diplot sebagai pereli utama yaitu Kadek, kurang kencang bagaimana? Dia bahkan sempat tampil tercepat di beberapa section. Tapi karena kurang lihai membaca navigasi, makanya terkadang ada beberapa kesalahan yang terjadi dalam mengambil jalur," kisah Rudy.

Ia melanjutkan bahwa kalau pun tahun ini Ia kembali turun dengan formasi tetap bersama Kadek, rasanya akan tetap sulit bagi mereka untuk meraih hasil terbaik. Rudy menegaskan bahwa skill pembacaan navigasi tulip pereli di negara lain cukup bagus. Sehingga itu membuat keuntungan tersendiri saat berkompetisi.


Sistem navigasi yang digunakan juga tidak bisa dipadukan dengan sistem navigasi elektrik. Mengingat sistem ini akan berlawanan dengan navigasi tulip atau road book.

"Kalau navigasi elektronik itu kan cenderung menunjukkan arah ke satu destinasi yang kita tentukan dan menunjukkan jalur tercepat. Sementara balap reli lintas negara ini kan menunjukkan jalur-jalur yang harus dilalui sesuai ketetapan penyelenggara balap. Tentu dengan catatan waktu tercepat."

Selain menegaskan tentang strategi balapnya tahun ini untuk tim yang Ia pimpin, Rudy juga menyinggung soal pereli perempuan yang Ia pilih sebagai wakil Indonesiia di kategori motor.

"Kategori perempuan tahun ini baru dibuka dan pesertanya mulai terdapat beberapa orang. Dari sisi kesempatan untuk menang, tentu terbuka lebih lebar. Makanya dengan mengambil posisi sebagai coach dan manajer tim, saya bisa fokus mengarahkan pereli-pereli muda ini untuk meraih hasil terbaik."

Dua pereli perempuan yang disebutkan Rudy adalah Irma Ferdiana dan Ayu Windari. Sementara untuk pereli di kategori mobil diperkuat Memen Harianto yang dinavigatori oleh Rimhalsyah dan Lody Francis sebagai pemandunya.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id