Kuala Lumpur: Setelah Indonesia mengenalkan All New PCX 150 sejak awal tahun ini, kini giliran Boon Siew Honda, APM motor Honda di Malaysia yang merilis skutik tersebut. Honda Malaysia mengenalkan motor ini pekan lalu.
Secara desain versi Malaysia dan Indonesia tak banyak perbedaan. Paling terlihat adalah penggunaan mata kucing (reflektor) dibagian suspensi depan sesuai regulasi lalu lintas dan keselamatan di negara tetangga tersebut.
Fitur yang diusungnya pun sama, seperti panel indikator digital, idling stop system, lampu LED serta power outlet 12 volt pada konsol depan sebelah kiri, hingga bagasi berkapasitas 25 liter yang cukup besar.
Mesinnya tak ada beda, 149 cc, empat tak, silinder tunggal, SOHC, berpendingin cairan, injeksi bahan bahar PGM-FI dan berteknologi eSP. Tenaganya 14,5 daya kuda @8.500 rpm dan torsi 13,6 Nm @6.500 rpm.
Yang berbeda tentu soal harga, skutik satu ini disana berbanderol 10,999 ringgit atau Rp38,9 jutaan. Itu pun belum termasuk biaya untuk pendaftaran kendaraan, asuransi dan pajak jalan, artinya harga jualnya bisa membengkak lagi.
Bandingkan dengan PCX 150 di Indonesia, harganya mulai Rp27,8juta (CBS), Rp30,8 juta (ABS) dan Rp40,3 juta (Hybrid). Jauh lebih murah bukan?
Kuala Lumpur: Setelah Indonesia mengenalkan All New PCX 150 sejak awal tahun ini, kini giliran Boon Siew Honda, APM motor Honda di Malaysia yang merilis skutik tersebut. Honda Malaysia mengenalkan motor ini pekan lalu.
Secara desain versi Malaysia dan Indonesia tak banyak perbedaan. Paling terlihat adalah penggunaan mata kucing (reflektor) dibagian suspensi depan sesuai regulasi lalu lintas dan keselamatan di negara tetangga tersebut.
Fitur yang diusungnya pun sama, seperti panel indikator digital,
idling stop system, lampu LED serta power outlet 12 volt pada konsol depan sebelah kiri, hingga bagasi berkapasitas 25 liter yang cukup besar.

Mesinnya tak ada beda, 149 cc, empat tak, silinder tunggal, SOHC, berpendingin cairan, injeksi bahan bahar PGM-FI dan berteknologi eSP. Tenaganya 14,5 daya kuda @8.500 rpm dan torsi 13,6 Nm @6.500 rpm.
Yang berbeda tentu soal harga, skutik satu ini disana berbanderol 10,999 ringgit atau Rp38,9 jutaan. Itu pun belum termasuk biaya untuk pendaftaran kendaraan, asuransi dan pajak jalan, artinya harga jualnya bisa membengkak lagi.
Bandingkan dengan PCX 150 di Indonesia, harganya mulai Rp27,8juta (CBS), Rp30,8 juta (ABS) dan Rp40,3 juta (Hybrid). Jauh lebih murah bukan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)