Saat ini RSV Helmet hanya menjalankan penjualan secara online. Tri
Saat ini RSV Helmet hanya menjalankan penjualan secara online. Tri

Perlengkapan Berkendara

Takut Sebarkan Virus Korona, RSV Tutup Toko Sementara

Otomotif Virus Korona perlengkapan berkendara virus corona covid-19
Ekawan Raharja • 08 April 2020 07:41

Jakarta: Penyebaran virus korona hingga saat ini diketahui bisa tersebar melalui benda yang sering tersentuh. Melihat kondisi ini, RSV Helmet memilih langkah untuk menutup toko mereka sementara waktu untuk bisa mencegah penularan virus korona.
 
Melalui keterangan resminya, Produsen helm lokal ini mengambil sejumlah langkah penanggulangan penularan virus corona. Langkah ini diklaim mereka menjadi tanggung bersama untuk mencegah , mengurangi dan mengantisipasi penyebaran covid-19.
 
"Ini bentuk rasa kepedulian kami kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, dan kepada loyal customer kami pada khusus nya terhadap masalah COVID19 yang sedang kita hadapi bersama," dikutip dari keterangan resmi mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah pertama yang mereka lakukan adalah menutup seluruh toko RSV Helmet sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan. Untuk sekarang ini, konsumen yang tertarik untuk membeli helm hanya bisa melakukan pembelian secara online.
 
Takut Sebarkan Virus Korona, RSV Tutup Toko Sementara
 
Selain itu per 7 April 2020, untuk seluruh penjualan helm akan disertakan masker secara cuma-cuma. Pembagian masker ini diharapkan bisa membantu melindungi dari paparan virus korona.
 
Tak sampai disitu saja, mereka juga akan menyisihkan Rp10 ribu per transaksi untuk disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia. Langkah ini diambil untuk membantu tenaga medis yang sedang berjuang, juga secara tidak langsung kami menjadi jembatan bagi semua konsumen untuk ikut serta berdonasi dalam melawan pandemik ini.
 
Terakhir untuk mendorong masyarakat menggunakan helm sendiri dan mengurangi risiko tertular melalui helm, seluruh model helm yang ditawarkan akan mendapatkan potongan 10 persen. Hal ini agar konsumen memiliki helm sendiri sehingga menghindari tukar pakai helm dengan orang lain saat menggunakan jasa ojek online.


 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif