Jika dahulu Parjo hadir dengan konsep lapakan suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor, kini Parjo 2019 hadir dengan peserta yang lebih beragam mulai dari Automotive Culture, sneakers, artworker, barber, dan kegiatan lainnya. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jika dahulu Parjo hadir dengan konsep lapakan suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor, kini Parjo 2019 hadir dengan peserta yang lebih beragam mulai dari Automotive Culture, sneakers, artworker, barber, dan kegiatan lainnya. Medcom.id/Ekawan Raharja

Parjo 2019 Kini Fokus di Gaya Hidup Otomotif

Otomotif kegiatan otomotif
Ekawan Raharja • 26 Juni 2019 17:25
Jakarta: Kawan Parjo kembali menggelar acara pasar jongkok otomotif dengan nama Bukalapak Parjo 2019. Penyelenggaraan tahun ini diakui menjadi acara ke-8 kalinya dan terus berkembang dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan kondisi zaman.
 
Founder Kawan Parjo, Agus Gusno, menjelaskan acara ini dilangsungkan hampir setiap tahunnya sejak 2012 hingga sekarang. Namun untuk Parjo 2019 hadir dengan sejumlah perubahan dengan memperkuat sisi lifestyle, dimana sebelumnya lebih spesifik kepada penghobi otomotif.
 
"Misi Parjo kali ini dicerminkan dengan tagline Indonesia Creative Movement. Kami tidak sebatas pada penghobi otomotif, sebutan bagi orang-orang yang memiliki ekndaraan dan mereka menservisnya sendiri, namun juga melihat sarana promosi dan lifestyle terkait otomotif," ungkap Gusno Rabu (26/6/2019) Carburator Spring Bintaro Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Gusno, menjelaskan perubahan ini dilakukan karena melihat tren digital yang semakin pesat belakangan ini. Semakin banyak mayarakat yang melek digital, dan Parjo menjadi ajang yang tepat untuk menunjukan segala kreatif yang masih terkait dengan otomotif.
 
"Awalnnya Parjo dimulai dengan jual beli mobil bekas, namun lama kelamaan tumbuh dengan berbagai kreatif lokal."
 
Parjo 2019 Kini Fokus di Gaya Hidup Otomotif
 
Dahulu Parjo hadir dengan konsep lapakan suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor, kini Parjo 2019 hadir dengan peserta yang lebih beragam mulai dari Automotive Culture, sneakers, artworker, barber, dan kegiatan lainnya. Sedangkan untuk konten otomotif masih didukung dengan pameran motor dan mobil, city ride, kumpul komunitas, kontes modifikasi dan custom, sampai lomba airbrush.
 
Sehingga secara keseluruhan acara tahunan ini menggabungkan konsep otomotif, gaya hidup, hobi, komunitas, dan hiburan. Parjo 2019 kali ini dipastikan akan diramaikan 200 peserta dengan target transaksi mencapai Rp7,5 miliar
 
Parjo 2019 rencananya akan berlangsung pada 6-7 Juli 2019, mulai 09.00 - 22.00 WIB, di Museum Purna Bahkti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur. Pengunjung bisa masuk ke area pasar jongkok tersebut dengan membayar tiket masuk Rp50 ribu (pembelian offline) dan Rp35 rb (pembelian online).
 
"Kehadiran bukalapak di sini sebagai bentuk dukungan pada generasi muda, khususnya penggiat industri kreatif di Indonesia. Harapannya Bukalapak dapat terus mendukung kemajuan dengan memberikan kemudahan akses bagi para komunitas industri kreatif untuk memenuhi kebutuhan mereka," ungkap Associate Vice President of Brand Bukalapak, Ari K Wibowo, dikesempatan yang sama.
 
Di Indonesia juga memang banyak menjamur berbagai acara otomotif dengan konsep melapak atau berjualan secara lesehan. Salah satunya adalah Tumplek Blek yang rencananya juga akan diselenggarakan pada 31 Agustus-1 September 2019 di Parkir Timur Senayan Jakarta.
 

(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif