Jakarta: Menjelang akhir tahun 2019 industri otomotif tanah air masih belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Bahkan untuk penjualan kendaraan roda empat (mobil) terbilang lesunya yang diyakini oleh pengusaha sebagai dampak dari penurunan daya beli konsumen. Konsumen juga mulai lebih berhati-hati menggunakan uang, termasuk untuk membeli kendaraan.
Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI) mewaspadai pertumbuhan pasar otomotif roda dua yang mulai melambat, akhir kuartal tiga 2019. Berdasarkan catatan asosiasi, penjualan motor secara wholesales (distribusi pabrik ke diler) selama Januari-September 2019 hanya naik 4,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, dari 4.722.242 unit menjadi 4.919.651 unit.
Meski begitu Astra Honda Motor (AHM) tetap optimis, bahkan mereka mengklaim penjualan rata-rata skutik barunya, yakni ADV 150 mencapai 10 ribu unit per bulan. Pencapaian skutik mesin 150 itu lebih tinggi dari target awal saat peluncuran perdana beberapa bulan lalu, sebesar 100 ribu unit per tahun atau sekitar 8.300an unit per bulan.
Direktur Marketing Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan, penjualan sepeda motor berlogo sayap itu masih ditopang skutik 110 cc. Dominasi masih dipegang BeAt dan Scoopy dengan total mencapai 200 ribu unit per bulan. Belum lagi ada sumbangsih produk baru matik 110 cc Genio dengan jualan 35 ribu unit per bulan.
Ia mengatakan ketertarikan konsumen lantaran butuh motor praktis, tapi tetap ekonomis untuk dipakai aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat skutik 110 cc menjadi pilihan.
"Kalau di kami itu kontribusi 87 persen penjualan masih matik. Tapi matik 110 cc masih terlaris sampai sekarang," ungkapnya.
AHM dikatakan Thomas cukup optimistis penjualan motor Honda tahun ini mampu mencapai 4,8 juta unit, atau lebih besar dari pencapaian tahun lalu sebesar 4,7 juta unit.
"Penjualan kami sampai Oktober 2019 sudah 4,1 juta unit untuk semua tipe. Dibanding tahun lalu kita tumbuh empat persen. Untuk matic kita tumbuh tujuh persen. Bebek turun delapan persen, lalu sport 17 persen," pungkas Thomas di Honda Bikers Day (HBD) Ambarawa, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2019).
Jakarta: Menjelang akhir tahun 2019 industri otomotif tanah air masih belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Bahkan untuk penjualan kendaraan roda empat (mobil) terbilang lesunya yang diyakini oleh pengusaha sebagai dampak dari penurunan daya beli konsumen. Konsumen juga mulai lebih berhati-hati menggunakan uang, termasuk untuk membeli kendaraan.
Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI) mewaspadai pertumbuhan pasar otomotif roda dua yang mulai melambat, akhir kuartal tiga 2019. Berdasarkan catatan asosiasi, penjualan motor secara wholesales (distribusi pabrik ke diler) selama Januari-September 2019 hanya naik 4,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, dari 4.722.242 unit menjadi 4.919.651 unit.
Meski begitu Astra Honda Motor (AHM) tetap optimis, bahkan mereka mengklaim penjualan rata-rata skutik barunya, yakni ADV 150 mencapai 10 ribu unit per bulan. Pencapaian skutik mesin 150 itu lebih tinggi dari target awal saat peluncuran perdana beberapa bulan lalu, sebesar 100 ribu unit per tahun atau sekitar 8.300an unit per bulan.
Direktur Marketing Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan, penjualan sepeda motor berlogo sayap itu masih ditopang skutik 110 cc. Dominasi masih dipegang BeAt dan Scoopy dengan total mencapai 200 ribu unit per bulan. Belum lagi ada sumbangsih produk baru matik 110 cc Genio dengan jualan 35 ribu unit per bulan.
Ia mengatakan ketertarikan konsumen lantaran butuh motor praktis, tapi tetap ekonomis untuk dipakai aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat skutik 110 cc menjadi pilihan.
"Kalau di kami itu kontribusi 87 persen penjualan masih matik. Tapi matik 110 cc masih terlaris sampai sekarang," ungkapnya.
AHM dikatakan Thomas cukup optimistis penjualan motor Honda tahun ini mampu mencapai 4,8 juta unit, atau lebih besar dari pencapaian tahun lalu sebesar 4,7 juta unit.
"Penjualan kami sampai Oktober 2019 sudah 4,1 juta unit untuk semua tipe. Dibanding tahun lalu kita tumbuh empat persen. Untuk matic kita tumbuh tujuh persen. Bebek turun delapan persen, lalu sport 17 persen," pungkas Thomas di
Honda Bikers Day (HBD) Ambarawa, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2019). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)