PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus memperkuat komitmen membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi berkelanjutan di IIMS 2026. WMS
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus memperkuat komitmen membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi berkelanjutan di IIMS 2026. WMS

Menggaungkan Safety Riding di IIMS 2026

Ekawan Raharja • 15 Februari 2026 19:17
Ringkasnya gini..
  • WMS gelar talkshow safety riding inklusif di IIMS 2026.
  • Materi fokus teknik berkendara adaptif dan empati bagi pengendara difabel.
  • Kampanye #Cari_Aman ditegaskan sebagai komitmen WMS bangun budaya keselamatan.
Jakarta: PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus memperkuat komitmen membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi berkelanjutan. Dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, WMS menghadirkan edukasi safety riding melalui Talk Show @SafeAndAble.
 
“Keselamatan adalah aspek fundamental dalam berkendara. Melalui edukasi safety riding yang adaptif dan inklusif, kami ingin mendorong seluruh pengguna jalan, termasuk pengendara difabel, untuk dapat berkendara dengan aman, nyaman, dan bertanggung jawab sesuai semangat #Cari_Aman,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dikutip dari IIMS 2026.

Teknik Berkendara Adaptif

Dalam sesi pemaparan materi, disampaikan teknik berkendara motor adaptif dengan empat faktor utama:
  • Kontrol halus: Pengoperasian gas dan rem secara lembut untuk menjaga stabilitas kendaraan.
  • Kecepatan konsisten: Menjaga laju kendaraan tetap stabil agar mudah dikendalikan.
  • Jarak aman ekstra: Memberikan ruang tambahan untuk waktu reaksi yang lebih optimal.
  • Antisipasi dini: Mengenali potensi bahaya lebih awal untuk mencegah risiko kecelakaan.
Baca Juga: Cek Harga dan Spesifikasi Jetour X70 Plus, Mulai Rp360 Jutaan
 
Empat faktor tersebut dirancang untuk membantu pengendara difabel meningkatkan kewaspadaan serta menciptakan kondisi berkendara lebih aman.

Selain itu, talkshow juga membahas posisi berkendara dan penggunaan alat bantu dengan empat faktor pendukung keselamatan, yakni posisi duduk stabil, titik tumpu yang tepat, penyesuaian ergonomis, serta prinsip safety first melalui penggunaan perlengkapan keselamatan sesuai standar.
 
Pemahaman posisi berkendara dan penggunaan alat bantu yang benar dinilai penting agar pengendara mampu mengontrol sepeda motor secara optimal dalam berbagai kondisi jalan.
 
“Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat memahami keselamatan berkendara menyeluruh, termasuk pentingnya empati dan inklusivitas di jalan raya. Kolaborasi ini semakin menegaskan pesan keselamatan yang relevan dan mudah dipahami oleh audiens. Kami harap ilmu yang diajarkan bisa dipahami dan diterapkan berkelanjutan,” lanjut Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F Maharanto, di momen yang sama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan