Jakarta: Sepeda motor jadi moda transportasi paling massal di kota-kota besar seperti Jakarta. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah total kendaraan yang beredar di DKI Jakarta pada 2019 mencapai 22,9 juta unit. Dari total angka tersebut, 16,95 juta unit merupakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Hal ini pun membuat banyak peristiwa unik yang tertangkap lensa kamera smartphone atau kamera pro, yang diabadikan. Salah seorang penggiat kendaraan roda dua yaitu Achmad Riswan alias Feol, pun menangkap ini jadi sebuah momen untuk memberikan edukasi dalam bentuk unik. Yaitu membuatnya dalam sebuah buku foto tentang perilaku pengendara sepeda motor di Jakarta.
"Sebenarnya ini bentuk keprihatinan saya sebagai pengguna kendaraan roda dua juga. Stigma pengguna motor selama ini dianggap sebagai biang 'rusuh' di jalan raya. Padahal wajib juga kita runut ke belakang, apa penyebab mereka melakukan perilaku yang salah di jalan raya dan membuat risiko kecelakaan. Penyebabnya tentu banyak, jadi tidak bisa kita hanya melihat satu sisi saja," klaim sang inisiator dan penulis buku Jakarta Motorpolitan, Feol yang sebelumnya aktif di media cetak khusus otomotif roda dua.
Ia melanjutkan bahwa angka 16,95 juta sepeda motor yang beredar di Jakarta itu diambil dari 10,57 juta orang yang masih dihimpun dari data BPS. Jika diambil angka rata-rata, sekitar 5 jutaan orang lebih punya motor minimal 2 unit. Angka ini belum dihitung dari mereka yang tinggal di luar Jakarta atau Bodetabek.
"Memang banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya pendidikan tentang pentingnya aman berkendara sejak dini, sarana dan prasarana jalan, penegakan hukum hingga hal-hal yang berkaitan dengan mental berkendara. Makanya dalam buku foto ini saya juga memasukkan unsur edukasi tentang pentingnya prinsip keamanan berkendara di jalan raya."
Ia melanjutkan buku ini dihimpun dari hasil foto mereka yang bukan fotografer khusus untuk jalan raya. Namun mereka yang hobi memotret jalanan Jakarta bermodalkan jenis smartphone ataupun kamera non pro. Menurutnya, buku ini dipersembahkan khusus untuk calon pemilik SIM C di rentang usia 16-17 tahun. Juga sebagai bentuk edukasi kepada mereka.
Meski proses penerbitan buku ini terbilang singkat, namun soal pesan yang disampaikan cukup mendalam. Feol pun menegaskan bahwa buku ini dibanderol dengan harga Rp175 ribu dan bisa didapatkan di Okuga Store salah satu marketplace besar di Indonesia.
Jakarta: Sepeda motor jadi moda transportasi paling massal di kota-kota besar seperti Jakarta. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah total kendaraan yang beredar di DKI Jakarta pada 2019 mencapai 22,9 juta unit. Dari total angka tersebut, 16,95 juta unit merupakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Hal ini pun membuat banyak peristiwa unik yang tertangkap lensa kamera smartphone atau kamera pro, yang diabadikan. Salah seorang penggiat kendaraan roda dua yaitu Achmad Riswan alias Feol, pun menangkap ini jadi sebuah momen untuk memberikan edukasi dalam bentuk unik. Yaitu membuatnya dalam sebuah buku foto tentang perilaku pengendara sepeda motor di Jakarta.
"Sebenarnya ini bentuk keprihatinan saya sebagai pengguna kendaraan roda dua juga. Stigma pengguna motor selama ini dianggap sebagai biang 'rusuh' di jalan raya. Padahal wajib juga kita runut ke belakang, apa penyebab mereka melakukan perilaku yang salah di jalan raya dan membuat risiko kecelakaan. Penyebabnya tentu banyak, jadi tidak bisa kita hanya melihat satu sisi saja," klaim sang inisiator dan penulis buku Jakarta Motorpolitan, Feol yang sebelumnya aktif di media cetak khusus otomotif roda dua.
Ia melanjutkan bahwa angka 16,95 juta sepeda motor yang beredar di Jakarta itu diambil dari 10,57 juta orang yang masih dihimpun dari data BPS. Jika diambil angka rata-rata, sekitar 5 jutaan orang lebih punya motor minimal 2 unit. Angka ini belum dihitung dari mereka yang tinggal di luar Jakarta atau Bodetabek.
"Memang banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya pendidikan tentang pentingnya aman berkendara sejak dini, sarana dan prasarana jalan, penegakan hukum hingga hal-hal yang berkaitan dengan mental berkendara. Makanya dalam buku foto ini saya juga memasukkan unsur edukasi tentang pentingnya prinsip keamanan berkendara di jalan raya."
Ia melanjutkan buku ini dihimpun dari hasil foto mereka yang bukan fotografer khusus untuk jalan raya. Namun mereka yang hobi memotret jalanan Jakarta bermodalkan jenis smartphone ataupun kamera non pro. Menurutnya, buku ini dipersembahkan khusus untuk calon pemilik SIM C di rentang usia 16-17 tahun. Juga sebagai bentuk edukasi kepada mereka.
Meski proses penerbitan buku ini terbilang singkat, namun soal pesan yang disampaikan cukup mendalam. Feol pun menegaskan bahwa buku ini dibanderol dengan harga Rp175 ribu dan bisa didapatkan di Okuga Store salah satu marketplace besar di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)