Ilustrasi. MI/Arya Manggala
Ilustrasi. MI/Arya Manggala

Tilang Elektronik

Tilang Elektronik Hanya Bisa Mendeteksi Kendaraan Pelat B?

Otomotif lalu lintas tilang elektronik
M. Bagus Rachmanto • 27 Januari 2020 09:26
Jakarta: Teknologi terus berkembang seiring perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi mutakhir dinilai tepat untuk menjawab kebutuhan peningkatan pelayanan dan penegakan peraturan lalu, bersamaan dengan perilaku masyarakat yang juga terus berkembang. termasuk perilaku melanggar lalu lintas.
 
Penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) yang sudah digunakan sejak November 2018 dianggap cukup menekan angka pelanggaran lalu lintas. Polda Metro Jaya pun memasang kamera berbasis Closed Circuit Television (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam, dengan teknologi yang bisa memantau lebih banyak pelanggaran lalu lintas di beberapa titik.
 
Maka tak heran jika Polda Metro Jaya juga bakal memberlakukan sitem tilang elektronik untuk pengendara roda atau sepeda motor, mulai Februari 2020. Awal penerapan sistem tilang elektronik tersebut akan diberlakukan di jalur Transjakarta Sudirman-Thamrin dan Koridor VI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena beberapa ruas jalan (itu) sering digunakan sepeda motor masuk," ungkap Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Fahri menjelaskan sistem tilang elektronik pada motor sama dengan mobil. Kamera akan mendeteksi pelat nomor kendaraan yang melanggar aturan.
 
Selanjutnya sistem bakal mengecek data pengendara. Setelah itu, pengendara yang melanggar akan dikirimkan surat konfirmasi berupa bukti pelanggaran. Dia menyebut kamera tilang cuma bisa mendeteksi pelat nomor kendaraan dengan huruf B.
 
Surat pelanggaran untuk sementara hanya akan dikirimkan kepada pelanggar dengan plat nomor Jabodetabek. Kebijakan tersebut berdasarkan hasil evaluasi pihak kepolisian, yang menyebutkan jumlah pelanggaran dari luar daerah Jabodetabek masih minim. Jumlahnya hanya sekitar 5 persen dari kendaraan yang melintas di jalanan Ibu Kota.
 
Meski demikian, apabila ada kendaraan dari luar daerah Jabodetabek atau mobil yang tidak menggunakan pelat nomor huruf B, kepolsian tetap memasukan dalam data.
 
Tidak hanya dalam penegakan hukum di jalan raya. Manfaat lain sistem tilang elektronik disebut bisa mengurangi tindak korupsi yang biasa dilakukan oleh aparat penegak hukum yang tidak bertanggung jawab kepada pelanggar. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keselamatan serta ketertiban masyarakat dalam berkendara di jalan. Meningkatkan disiplin berlalu lintas dengan menekankan pada fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif