Semakin banyak acara custom culture di Indonesia. SM
Semakin banyak acara custom culture di Indonesia. SM

Skena Custom Bike di Indonesia, Berkibar Sepanjang 2018

Otomotif suryanation motorland kustomfest
Ekawan Raharja • 13 Desember 2018 16:37
Jakarta: Sepanjang 2018 bisa dibilang tahun yang cukup baik untuk skena sepeda motor custom di Indonesia. Bagaimana tidak, animo sepeda motor custom di Indonesia kini sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia secara masiv dan besar.

Indikatornya bisa dilihat dari acara-acara custom culture yang semakin banyak menjamur di Indonesia. Tidak hanya acara-acara yang besar dan meriah, namun di lingkup lokal masing-masing kota memiliki acaranya masing-masing.

Berbicara dua acara besar sepeda motor custom di Indonesia, tidak terlepas dari Suryanation Motorland dan Kustomfest 2018. Keduanya bisa dibilang sebagai barometer sepeda motor custom di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Secara keseluruhan, kedua acara ini menampilkan deretan sepeda motor custom dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan bagi para pemenangnya, gelar yang diberikan terasa sangat berharga dikancah sepeda motor custom.

Bahkan Suryantion Motorland 2018 mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pesta Motor Custom Terbesar di Indonesia. Mengingat sepanjang 2018, Suryanation Motorland berlangsung di tujuh kota dan memamerkan hingga 700 motor custom.

“Event kami di setiap kota mendapat dukungan yang sangat berarti bagi kami. Sehingga penghargaan yang diberikan oleh Museum Rekor Indonesia membuat kami semakin optimis untuk menjadi barometer custom bike contest di tanah air,” ujar Suryanation Motorland Committee Rizky Dwianto.



Kemudian di Oktober 2018, kembali dihelat Kustomfest di Yogyakarta. Ini juga merupakan salah satu ajang pameran sepeda motor custom terbesar di Idnonesia, dan sudah digelar rutin setiap tahunnya.

Selama dua hari digelar, pihak panitia menjaring 155 sepeda motor custom dari para top builder Indonesia. Bahkan Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, menyebutkan bahwa even tahunan ini merupakan lebarannya custom culture di Indonesia.

“Kami ingin mengingatkan, bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun atas dasar perbedaan. Dan kami ingin mengingatkan mulai dari anak-anak kustom. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan tapi hal indah dan disyukuri. Termasuk dalam dunia kustom yang kami berikan wadahnya. Makanya festival ini sering disebut sebagai lebarannya pecinta kustom,” ujar Lulut.

Bagaimana dengan anda? Sudah pernah berkunjung ke salah satu lebarannya custom culture di Indonesia?


(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi