Yamaha V4 dikeluhkan susah belok dan ban cepat panas, jadi masalah besar bagi para pembalapnya. DM
Yamaha V4 dikeluhkan susah belok dan ban cepat panas, jadi masalah besar bagi para pembalapnya. DM

Ban Overheat dan Motor Ga Mau Belok, Ada Apa dengan Yamaha V4 di MotoGP?

Ahmad Garuda • 23 Februari 2026 13:39
Ringkasnya gini..
  • Fabio Quartararo adalah pembalap Yamaha Racing MotoGP yang memperlihatkan kekecewaan terbesarnya usai menjalani sesi tes pra musim kedua di Thailand.
  • Jack Miller yang menjadi pembalap Yamaha tercepat, hanya lebih cepat dari Fabio dengan 0,029 detik.
  • Mulai dari motor yang sulit untuk menikung cepat dan smooth, hingga ban yang sangat gampang overheat.
Jakarta - Fabio Quartararo adalah pembalap Yamaha Racing MotoGP yang memperlihatkan kekecewaan terbesarnya usai menjalani sesi tes pra musim kedua di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand. Sesi tes yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (21-22 Februari) kemarin itu, justru membuat kian sulit. 
 
Dari daftar pencapaian lap tercepat di sesi tes secara keseluruhan yaitu selama 2 hari, kombinasi waktu tercepat yang Ia raih masih berselisih 1,033 detik dari pembalap tercepat yaitu Marco Bezzecchi. Bahkan Jack Miller yang menjadi pembalap Yamaha tercepat, hanya lebih cepat dari Fabio dengan 0,029 detik.
 
Melalui keterangan pers-nya Fabio pun mengeluhkan bahwa motor yang dipasok Yamaha tahun ini sangat menyulitkannya di sirkuit. Mulai dari motor yang sulit untuk menikung cepat dan smooth, hingga ban yang sangat gampang overheat. 

"Saat menikung, motor ini sangat sulit untuk melakukannya dengan cepat. Bahkan grip di ban juga sangat rendah. Meski tenaganya juga belum dapat, tapi yang mengherankan adalah ban malah cepat overheat," kesal Fabio. 

Baca Juga:
Cari Mobil Murah untuk Mudik, Cek Harga Daihatsu Xenia Bekas


Sang juara dunia MotoGP itu pun tak yakin saat disesi balap nanti Ia bisa tampil kompetitif. Lantaran saat melakukan simulasi Sprint Race, Ia mengaku bisa mencapai 1 menit 30 detik untuk waktu tercepat per lap-nya. Sementara untuk waktu terlambatnya tercapai 1 menit 31 detik. 
 
Ketika melakukan komparasi pencapaian dengan Jack Miller yang melakukan simulasi long run, pun tidak ada catatan waktu yang krusial. Tak heran jika Fabio menganggap bahwa Yamaha paling tidak butuh 6-7 balapan untuk bisa membuat revisi performa motornya untuk musim kompetisi 2026. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan