Ilustrasi rangka motor. dok suzuki
Ilustrasi rangka motor. dok suzuki

Mengenal Jenis-jenis Rangka Motor, Apa Saja?

Adri Prima • 07 September 2026 22:41
Ringkasnya gini..
  • Rangka motor berfungsi menopang mesin, suspensi, dan komponen penting sekaligus menjaga kestabilan saat berkendara.
  • Terdapat delapan jenis rangka motor, mulai backbone, underbone, tubular, trellis, hingga perimeter frame.
  • Setiap jenis rangka memiliki karakter berbeda yang memengaruhi bobot, handling, kekuatan, dan kenyamanan motor.
Jakarta: Rangka motor merupakan struktur utama yang menopang mesin, suspensi, hingga berbagai komponen penting pada sepeda motor. Komponen ini juga berperan menjaga keseimbangan kendaraan agar tetap stabil dan aman saat dikendarai.

Selain menopang beban pengendara, rangka menghubungkan bagian kemudi dengan roda belakang. Struktur tersebut membuat berbagai komponen dapat bekerja secara optimal, termasuk sistem kemudi dan suspensi.

Setiap sepeda motor menggunakan desain rangka yang berbeda sesuai karakter dan peruntukkannya. Perbedaan tersebut turut memengaruhi handling, kenyamanan, bobot, serta kekuatan kendaraan.

Melansir dari laman resmi Suzuki, berikut sejumlah jenis rangka motor yang umum digunakan:
 

1. Backbone Frame


Backbone frame menggunakan satu pipa utama yang memanjang dari bagian leher kemudi hingga area bawah jok. Desainnya sederhana sehingga bobot rangka relatif ringan.

Mesin dipasang pada bagian tengah rangka dengan posisi menggantung. Konfigurasi tersebut membuat susunan komponen lebih ringkas sekaligus memudahkan proses produksi.

Rangka backbone banyak digunakan pada motor bebek yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan. Bobotnya yang ringan juga membuat motor lebih mudah dikendalikan untuk mobilitas harian.
 

2. Underbone Frame


Underbone frame memiliki struktur utama yang berada di bagian bawah atau tengah mesin. Desain ini membuat bagian atas mesin lebih terbuka karena tidak terdapat pipa besar yang melintang.

Struktur tersebut dibuat ramping sehingga memudahkan pengendara saat naik dan turun dari motor. Ruang pijakan kaki juga menjadi lebih lega. Rangka underbone banyak digunakan pada motor bebek modern untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Desain serupa juga diterapkan pada sejumlah skuter otomatis. Bobotnya yang relatif ringan membuat motor terasa lincah bermanuver.
 

3. Tubular Frame


Tubular frame menggunakan sejumlah pipa baja yang saling terhubung membentuk struktur rangka. Desainnya dapat menggunakan konfigurasi single cradle maupun double cradle.

Pipa-pipa tersebut berfungsi menopang mesin sekaligus memperkuat struktur kendaraan. Konstruksinya lebih padat dengan sejumlah jalur pipa tambahan di sekitar mesin.

Rangka tubular banyak digunakan pada motor bermesin besar yang membutuhkan struktur kuat. Desain ini juga sesuai untuk kendaraan yang digunakan melewati medan berbatu atau tanah.
 

4. Trellis Frame


Trellis frame terdiri dari pipa-pipa baja yang dilas dan disusun membentuk pola segitiga. Konfigurasi tersebut menghasilkan rangka yang ringan dengan tingkat kekakuan cukup tinggi.

Desainnya terlihat terbuka sehingga bagian mesin dapat terlihat jelas dari sisi samping. Bentuk tersebut juga memberikan karakter sporty pada sepeda motor.

Trellis frame banyak digunakan pada motor berperforma tinggi yang membutuhkan pengendalian presisi. Struktur rangka membantu menjaga kestabilan ketika motor bermanuver pada kecepatan tinggi.
 

5. Perimeter Frame (Twin Spar)


Perimeter frame atau twin spar menggunakan dua bagian rangka utama yang mengapit mesin di sisi kiri dan kanan. Bentuknya terlihat lebar dan kokoh dengan konstruksi bersudut.

Posisi rangka utama berada dekat area kemudi sehingga distribusi beban menjadi lebih optimal. Desain ini juga meningkatkan kekakuan rangka ketika menerima tekanan pada kecepatan tinggi.

Rangka perimeter banyak digunakan pada motor sport berkapasitas menengah hingga besar. Karakternya mendukung kestabilan kendaraan saat melaju kencang.

Distribusi bobot yang baik membuat kontrol motor lebih akurat ketika digunakan untuk bermanuver dengan cepat.
 

6. Single Spar Frame


Single spar frame menggunakan satu balok utama sebagai penopang struktur kendaraan. Desainnya relatif sederhana dan memanjang pada bagian tengah rangka.

Jumlah komponennya yang lebih sedikit membuat bobot rangka relatif ringan. Konstruksi ini juga menyediakan ruang lebih luas untuk penempatan sejumlah komponen pendukung mesin.

Rangka single spar cocok untuk motor yang mengutamakan kelincahan dan kemudahan bermanuver. Bobot ringan membuat handling terasa lebih responsif, terutama pada motor dengan beban dan performa yang tidak terlalu besar.
 

7. Diamond Frame


Diamond frame memiliki dua balok utama yang membentuk pola menyerupai berlian. Struktur tersebut menghasilkan sejumlah sisi berbentuk segitiga sehingga distribusi kekuatan rangka lebih merata.

Desain ini menawarkan perpaduan antara kekakuan dan fleksibilitas rangka. Mesin juga dapat ditopang dengan kokoh tanpa membuat bobot kendaraan menjadi berlebihan.

Diamond frame banyak digunakan pada motor sport maupun motor bebek. Karakternya mendukung pengendalian yang stabil ketika motor melaju di jalan lurus maupun saat melewati tikungan.
 

8. Double Cradle Frame


Double cradle frame menggunakan dua pipa bawah yang mengapit mesin sebagai penyangga utama. Kedua pipa tersebut terhubung dengan struktur rangka sehingga menghasilkan konstruksi yang kokoh.

Desain ini membuat mesin seolah berada di dalam pelindung rangka. Rangka ini banyak digunakan pada motor berukuran besar dengan bobot relatif berat. Struktur tersebut mampu menopang mesin berkapasitas besar sekaligus menjaga kestabilan kendaraan.

Konstruksinya juga mendukung kenyamanan ketika motor digunakan untuk perjalanan jauh dan menghadapi berbagai kondisi jalan. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan