Motor listrik VS motor bensin, lebih boros mana dari sisi operasional harian? Ilustrasi AI
Motor listrik VS motor bensin, lebih boros mana dari sisi operasional harian? Ilustrasi AI

Hitung-Hitungan Biaya Cas Motor Listrik untuk Harian

Ahmad Garuda • 27 Oktober 2026 14:57
Ringkasnya gini..
  • Transisi dari kendaraan konvensional berbahan bakar bensin ke motor listrik kini semakin diminati masyarakat.
  • Selain ramah lingkungan dan bebas polusi udara, alasan utama yang paling memikat para pengguna baru adalah efisiensi biaya yang sangat drastis.
  • Jika menggunakan motor bensin konvensional, pengeluaran untuk membeli bahan bakar bisa menjadi salah satu pos pengeluaran bulanan yang cukup besar.
Jakarta - Transisi dari kendaraan konvensional berbahan bakar bensin ke motor listrik kini semakin diminati masyarakat. Selain ramah lingkungan dan bebas polusi udara, alasan utama yang paling memikat para pengguna baru adalah efisiensi biaya operasionalnya yang sangat drastis.

Jika menggunakan motor bensin konvensional, pengeluaran untuk membeli bahan bakar bisa menjadi salah satu pos pengeluaran bulanan yang cukup besar. Lantas, seberapa hemat sebenarnya penggunaan motor listrik jika dihitung secara harian? Mari kita bedah hitung-hitungannya secara rinci!

Rumus Dasar Menghitung Biaya Cas
Sebelum menghitung pengeluaran harian, Anda perlu mengetahui formula dasar untuk menghitung biaya pengisian daya (charging) di rumah. Ada dua metode utama yang bisa digunakan:

-Berdasarkan Kapasitas Baterai (kWh):
Sebagai acuan standar, tarif listrik rumah tangga golongan non-subsidi (seperti daya 1.300 VA hingga 2.200 VA) yang berlaku saat ini berada di kisaran Rp1.444,70 per kWh.

Simulasi Hitungan Berdasarkan Kelas Motor Listrik
Agar lebih ada gambaran nyata, berikut adalah simulasi estimasi biaya cas untuk beberapa kategori ukuran kapasitas baterai motor listrik yang populer di pasaran:
1. Kelas Kompak / Baterai Kecil (Kapasitas ± 1,5 kWh)
-Contoh Penggunaan: Mobilitas jarak dekat dalam kota (sekitar 40–50 km per hari).
-Perhitungan per sekali cas penuh:
 
   
-Estimasi Harian & Bulanan: Jika Anda melakukan pengisian penuh setiap hari selama 26 hari dalam sebulan, total biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp56.342 saja!

2. Kelas Menengah / Baterai Sedang (Kapasitas ± 2,5 kWh hingga 3 kWh)
-Contoh Penggunaan: Digunakan commuting kerja atau kuliah dengan jarak tempuh menengah (60–70 km per hari).

-Berdasarkan Konsumsi Daya Charger (Watt) & Durasi:
-Estimasi Bulanan: Jika diasumsikan dalam sebulan menghabiskan 20 kali siklus pengisian penuh (karena baterai baru di-cas dua hari sekali tergantung sisa kapasitas), biaya bulanan yang dikeluarkan berkisar di angka Rp72.220.

3. Kelas High-Performance / Baterai Besar (Kapasitas ± 3,7 kWh s.d. 4 kWh)
-Contoh Penggunaan: Motor listrik dengan performa tinggi atau dual battery yang sanggup menempuh jarak di atas 100 km sekali cas.

-Perhitungan per sekali cas penuh:   
-Estimasi Bulanan: Dengan asumsi intensitas 15–20 kali cas dalam sebulan, biaya operasionalnya tetap berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000-an.

Perbandingan Telak: Motor Listrik vs Motor Bensin
Untuk melihat seberapa besar penghematannya, mari kita bandingkan dengan motor skutik bensin konvensional (kelas 110cc–125cc) untuk jarak tempuh harian sejauh kurang lebih 40 km:
 

Parameter Motor Listrik (Baterai 2 kWh) VS Motor Skutik Bensin (110cc)
-Konsumsi Energi / BBM ± 2 kWh per hari ± VS 1 liter untuk 40–45 km 
-Biaya per Hari Rp ~3.000 VS Rp 12.000 – Rp 14.000 (Pertalite/Pertamax)
-Biaya per Bulan (26 Hari) ± Rp78.000 ± Rp338.000 – Rp364.000

Dari perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa penggunaan motor listrik mampu memangkas biaya energi harian hingga 75% sampai 80%. Dalam kurun waktu satu tahun, potensi penghematan yang bisa Anda kantongi bisa mencapai jutaan rupiah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan