Seamless-shift gearbox, perpindahan halus dan cepat. Dok. MTVN
Seamless-shift gearbox, perpindahan halus dan cepat. Dok. MTVN

Teknologi Otomotif

Mengenal Seamless-Shift Gearbox MotoGP

Ainto Harry Budiawan • 17 Mei 2016 11:00
medcom.id, Jakarta: Perkembangan teknologi pada motor balap MotoGP tak ada habisnya. Semua teknologi yang dikembangkan untuk mempercepat laju dan meminimalisir waktu yang terbuang percuma, bahkan hanya sepermili detik.
 
Salah satu teknologi yang masih terus dikembangkan dalam ajang balap prototype ini adalah seamless-shift gearbox (SSG). Fungsi dari SSG ini untuk mempercepat perpindahan antar gigi dengan perpindahan yang lebih halus dan cepat.
 
Teknologi ini mulai dikembangkan Honda pada 2008 usai tim balap Formula 1 Honda tutup karena krisis global. Teknisi Honda di balap jet darat dialihkan ke MotoGP dan mulailah pengembangan SSG dilakukan.

SSG juga sebagai solusi karena peraturan balap MotoGP yang melarang penggunaan dual-clutch transmission yang memang banyak digunakan pada mobil balap. Ya, campur tangan teknisi eks tim balap Honda di F1 berperan banyak di sini.
 
Cara kerja SSG adalah mengurangi gejala 'netral' yang terjadi tiap kali melakukan perpindahan transmisi, yang membuat transfer tenaga terhenti sementara menuju roda belakang. Pada gearbox konvensional, terdapat jeda kekosongan transmisi (netral) sebelum selector pada gearbox memindahkan posisi transmisi. 
 
Saat perpindahan transmisi juga, pengapian pada mesin dihentikan sementara. Jika pengapian tidak dihentikan saat perpindahan transmisi, putaran mesin akan melonjak dan membuat perpindahan terasa kasar. Efeknya adalah gejala sliding hingga motor mengayun.
 
Nah, pada SSG ini transmisi tidak perlu berada diposisi netral tadi ketika berpindah. Dengan SSG, transmisi mulai berpindah pada posisi transmisi berikutnya, sementara posisi transmisi yang digunakan masih bekerja, dan melepaskan gigi transmisi yang digunakan sebelumnya sebelum gearbox mengunci pada posisi transmisi yang dituju.
 
Ini berarti ada dua keuntungan, pertama mesin terus menyalurkan tenaga menuju roda belakang saat perpindahan transmisi (tidak ada jeda). Kedua meminimalkan gejala putaran mesin melonjak saat perpindahan transmisi seperti halnya pada gearbox konvensional.
 
Mengenal <i>Seamless-Shift Gearbox</i> MotoGP
 
Berapa banyak waktu yang bsia dikurangi dengan penggunaan SSG?
 
Katakanlah dalam 1 putaran, pembalap melakukan 30 kali perpindahan transmisi, dan SSG mempersingkat waktu perindahan transmisi 0,012 detik. Maka 30 x 0,012 = 0,36 detik waktu yang dihemat untuk setiap putaran.
 
SSG awalnya hanya berlaku untuk perpindahan transmisi dari gigi rendah ke gigi tinggi (upshift). Tapi SSG juga dikembangkan untuk perpindahan transmisi gigi tinggi ke gigi rendah (downshift). Yamaha mengembangkan SSG sendiri yang memiliki kemampuan ini, yang dipercaya mampu menjaga kestabilan motor saat memasuki tikungan.
 
Pabrikan terakhir yang menerapkan teknologi SSG adalah Suzuki, yang mulai menggunakannya pada tahun kedua mereka kembali berkiprah di MotoGP.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan