DKI Jakarta: GSrek Indonesia Jakarta Chapter resmi menuntaskan program Homecoming Sumba 2026 yang berlangsung pada 26 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan touring adventure tersebut diikuti 81 peserta dengan melintasi berbagai wilayah di Pulau Sumba sambil membawa misi sosial yang berfokus pada pendidikan serta akses air bersih bagi masyarakat pedesaan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian komunitas otomotif terhadap kondisi sosial di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Selama kegiatan berlangsung, peserta turut membantu pembangunan dan perbaikan fasilitas pendukung air bersih di sejumlah wilayah.
Bantuan yang diberikan meliputi instalasi tandon air, penyediaan air bersih yang didistribusikan melalui pemasok lokal, hingga pembangunan jaringan distribusi pipa dan keran air. Infrastruktur tersebut dirancang agar kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah dapat lebih mudah diakses oleh siswa dan tenaga pengajar.
Selain fokus pada akses air bersih, kegiatan ini juga menyasar sektor pendidikan melalui kunjungan ke tiga sekolah di Sumba, yakni SD Negeri Ndata, SLB Negeri Loura, dan SD Inpres Pantai Rua. Dalam kunjungan tersebut, peserta berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru sambil menyerahkan berbagai bantuan perlengkapan pendidikan. Bantuan yang diberikan mencakup alat tulis, perlengkapan penunjang belajar, hingga dukungan untuk tenaga pendidik.
Baca Juga: Melihat Keamanan Berkendara Jetour T2, Struktur Body-nya Spesial!
SD Negeri Ndata tercatat memiliki 58 murid dan 12 guru. Sementara SLB Negeri Loura memiliki 77 murid dengan total 22 tenaga pendidik dan pegawai. Adapun SD Inpres Pantai Rua memiliki 103 murid dan 11 guru.
Salah satu bantuan yang menjadi sorotan adalah pemasangan panel surya di salah satu sekolah yang belum memiliki akses listrik memadai. Kehadiran panel surya tersebut diharapkan dapat membantu mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Peserta Homecoming Sumba 2026 juga mengajak siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif di dalam kelas. Mulai dari edukasi pengetahuan nasional hingga pengenalan binatang melalui tayangan video edukasi.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, mengaku bersyukur kegiatan dapat berjalan lancar meski sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Kedatangan kami mendapat sambutan hangat dari siswa-siswi di tiga sekolah yang kami kunjungi. Melalui program ini, kami telah menyalurkan bantuan instalasi air bersih, perlengkapan pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bahkan di salah satu sekolah, kami juga menghadirkan instalasi panel surya untuk membantu menunjang proses belajar mengajar karena sekolah tersebut belum memiliki akses listrik yang memadai. Kebutuhan ini awalnya muncul secara mendadak setelah kami berdialog langsung dengan para guru dan melihat kondisi di lapangan,” ujar Hendra Saputra, Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter.
Ia juga menyoroti semangat belajar anak-anak di Sumba yang dinilai memberikan kesan mendalam selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak yang kami temui di sekolah-sekolah ini datang dengan semangat belajar yang luar biasa. Kehadiran kami mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan semangat dan dukungan yang berarti bagi mereka.”
Menurut Hendra, perhatian publik terhadap kondisi sekolah-sekolah di Sumba juga meningkat setelah dokumentasi kegiatan dibagikan melalui media sosial.
“Kami bersyukur perhatian terhadap kondisi sekolah-sekolah yang kami kunjungi mendapat respons positif dari banyak pihak. Setelah cerita dan kondisi di lapangan kami bagikan melalui media sosial, dalam waktu tujuh hari tim SPPG Matawai, Waingapu, Sumba Timur mulai menyalurkan program MBG (Makan Bergizi Gratis) ke SD Negeri Ndata. Dukungan dari masyarakat dan para followers turut membantu menghadirkan perhatian yang lebih luas terhadap kebutuhan sekolah tersebut,” tambah Hendra.
DKI Jakarta: GSrek Indonesia Jakarta Chapter resmi menuntaskan program Homecoming Sumba 2026 yang berlangsung pada 26 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan touring adventure tersebut diikuti 81 peserta dengan melintasi berbagai wilayah di Pulau Sumba sambil membawa misi sosial yang berfokus pada pendidikan serta akses air bersih bagi masyarakat pedesaan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian komunitas otomotif terhadap kondisi sosial di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Selama kegiatan berlangsung, peserta turut membantu pembangunan dan perbaikan fasilitas pendukung air bersih di sejumlah wilayah.
Bantuan yang diberikan meliputi instalasi tandon air, penyediaan air bersih yang didistribusikan melalui pemasok lokal, hingga pembangunan jaringan distribusi pipa dan keran air. Infrastruktur tersebut dirancang agar kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah dapat lebih mudah diakses oleh siswa dan tenaga pengajar.
Selain fokus pada akses air bersih, kegiatan ini juga menyasar sektor pendidikan melalui kunjungan ke tiga sekolah di Sumba, yakni SD Negeri Ndata, SLB Negeri Loura, dan SD Inpres Pantai Rua. Dalam kunjungan tersebut, peserta berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru sambil menyerahkan berbagai bantuan perlengkapan pendidikan. Bantuan yang diberikan mencakup alat tulis, perlengkapan penunjang belajar, hingga dukungan untuk tenaga pendidik.
Baca Juga:
Melihat Keamanan Berkendara Jetour T2, Struktur Body-nya Spesial!
SD Negeri Ndata tercatat memiliki 58 murid dan 12 guru. Sementara SLB Negeri Loura memiliki 77 murid dengan total 22 tenaga pendidik dan pegawai. Adapun SD Inpres Pantai Rua memiliki 103 murid dan 11 guru.
Salah satu bantuan yang menjadi sorotan adalah pemasangan panel surya di salah satu sekolah yang belum memiliki akses listrik memadai. Kehadiran panel surya tersebut diharapkan dapat membantu mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Peserta Homecoming Sumba 2026 juga mengajak siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif di dalam kelas. Mulai dari edukasi pengetahuan nasional hingga pengenalan binatang melalui tayangan video edukasi.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, mengaku bersyukur kegiatan dapat berjalan lancar meski sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Kedatangan kami mendapat sambutan hangat dari siswa-siswi di tiga sekolah yang kami kunjungi. Melalui program ini, kami telah menyalurkan bantuan instalasi air bersih, perlengkapan pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bahkan di salah satu sekolah, kami juga menghadirkan instalasi panel surya untuk membantu menunjang proses belajar mengajar karena sekolah tersebut belum memiliki akses listrik yang memadai. Kebutuhan ini awalnya muncul secara mendadak setelah kami berdialog langsung dengan para guru dan melihat kondisi di lapangan,” ujar Hendra Saputra, Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter.
Ia juga menyoroti semangat belajar anak-anak di Sumba yang dinilai memberikan kesan mendalam selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak yang kami temui di sekolah-sekolah ini datang dengan semangat belajar yang luar biasa. Kehadiran kami mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan semangat dan dukungan yang berarti bagi mereka.”
Menurut Hendra, perhatian publik terhadap kondisi sekolah-sekolah di Sumba juga meningkat setelah dokumentasi kegiatan dibagikan melalui media sosial.
“Kami bersyukur perhatian terhadap kondisi sekolah-sekolah yang kami kunjungi mendapat respons positif dari banyak pihak. Setelah cerita dan kondisi di lapangan kami bagikan melalui media sosial, dalam waktu tujuh hari tim SPPG Matawai, Waingapu, Sumba Timur mulai menyalurkan program MBG (Makan Bergizi Gratis) ke SD Negeri Ndata. Dukungan dari masyarakat dan para followers turut membantu menghadirkan perhatian yang lebih luas terhadap kebutuhan sekolah tersebut,” tambah Hendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)