sunday morning ride motor listrik hasil konversi di Bandung pada Minggu (4-12-2022). Kementerian ESDM
sunday morning ride motor listrik hasil konversi di Bandung pada Minggu (4-12-2022). Kementerian ESDM

Motor Listrik

Program Konversi Motor Listrik, Peluang Cuan UMKM

Ekawan Raharja • 05 Desember 2022 10:00
Bandung: Pemerintah saat ini terus mendukung program konversi sepeda motor dari berteknologi mesin bensin menjadi motor listrik. Selain mendukung kelestarian lingkungan dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), program ini juga menjadi peluang bagi para pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM).
 
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, mengatakan program pengalihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik ini merupakan kesempatan besar untuk para pelaku UMKM, khususnya pembuat komponen, termasuk para pemilik bengkel.
 
"Kami di SMESCO sejak tahun 2020 bekerja sama dengan bengkel sudah mengkonversi Vespa-Vespa tua dan bersama dengan Kementerian BUMN juga sudah kemitraan dalam konsep rantai pasok dimana UMKM menjadi rantai pasok kebutuhan industri di BUMN dan ini akan kita efektifkan," ujar Teten dikutip dari situs resminya.
 
Teten melanjutkan, Pemerintah akan menyiapkan UMKM itu bagian dari industri sehingga UMKM dapat memproduksi komponen-komponen bagian dari kendaraan listrik.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan pilot project program konversi 100 unit dengan 10 tipe (jenis sepeda motor) pada 17 Agustus 2021. Proses konversi tersebut mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.
 
Motor listrik tersebut telah lolos uji endurance 10.000 KM selama 48 hari dengan menempuh jalan menanjak, turunan dan macet, baik dalam kondisi hujan maupun panas.
 
Pada tahun 2022 ini, Kementerian ESDM melanjutkan konversi tersebut menjadi 1.000 motor listrik dan 13 juta motor listrik pada tahun 2030. Hal ini merupakan salah satu strategi Pemerintah untuk mengakselerasi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.
 
Kementerian ESDM berkomitmen mendorong Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) ini sebagai bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor BBM menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM.
 
Target kendaraan listrik dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan Rancangan Net Zero Emission adalah sekitar 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2030.
 
Untuk mendukung percepatan ekosistem KBLBB, Pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus meningkatkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif