Test Ride

Test Ride Suzuki Nex II, Bobot Enteng Tarikan Lembut

Ainto Harry Budiawan 13 Juli 2018 13:08 WIB
suzuki
Test Ride Suzuki Nex II, Bobot Enteng Tarikan Lembut
City touring pakai Nex II menempuh jarak sekitar 50 km. Suzuki
Jakarta: Kehadiran Nex II membuat Suzuki punya gacoan baru lagi disegmen entry level skutik. Berbeda dengan kompetitornya, skutik satu ini menyasar anak muda termasuk pelajar, serta dibanderol dengan harga paling kompetitif.

Medcom.id pun mendapat kesempatan menjajal skutik tersebut, dengan rute Kemang-Lebak Bulus-Pondok Cabe-Pamulang-BSD-Alam Sutera. Jarak ditempuh kurang lebih 50 kilometer, dengan kondisi lalu lintas bervariasi.

Lalu seperti apa berkendara pakai Suzuki Nex II ini? Simak ulasannya pada artikel ini ya.

Desain dan Dimensi
Serba tajam dan sporty, itulah selera konsumen disegmen ini yang juga terlihat pada desain skutik kompetitor. Nex II punya bentuk kompak, dengan lampu utama tajam, yang seolah dikawal sudut bodi depan.


Deknya cukup lebar untuk menampung sepatu ukuran 44, tengah dek juga bisa untuk meletakkan barang. Buritan pun terbilang ramping, didampingi lekuk behel yang sporty. 

Dimensinya 1.890mm x 675mm x 1.045mm (PxLxT). Berat kosongnya cuma 93 kilogram, ringan dan ramping sehingga memudahkan penggunanya bermanuver. Tapi ruang penyimpanan di balik joknya terbilang kecil. Untungnya konsol depan dua-duanya cukup besar dan dalam.

Fitur
Hadir belakangan Nex II punya beberapa fitur yang tak dimiliki kompetitor sekelas, seperti lampu utama LED dan charging port untuk varian tertinggi. Tapi bukan berarti motor ini lengkap, karena ada beberapa yang tak dimilikinya.

Misalnya fitur pengunci rem depan (brake lock), lalu standar samping berpengaman untuk mematikan mesin, serta spidometer yang masih pakai kabel yang terhubung dengan roda depan, ban bawaan yang belum tubeless dan tak ada eco indicator.

Riding Position
Untuk rider dengan tinggi 172cm dan bobot 68 kilogram, pakai motor ini bisa duduk dengan sempurna. Kaki menyentuh tanah dengan mudah, posisi tangan menekuk santai, dek pun cukup lebar, jadi tak ada masalah.

Impresi Berkendara
Memulai perjalanan, maka kami menghidupkan mesin yang masih pakai dinamo starter. Suaranya persis Honda BeAT generasi awal dan generasi kedua. Nex II memang belum adopsi teknologi starter generator.

Respon mesin berkapasitas murni 113cc, SOHC, 2 valve pendingin udara terbilang smooth. Tarikan awal dari posisi diam tak begitu responsif, kalem. Karakter ini juga pantas untuk pengendara wanita, termasuk ibu-ibu.

Tapi tarikan menengah atas bisa dikatakan lebih baik. Tenaga mesin lebih terasa disini, sehingga saat hendak mendahului kendaraan lain bisa lebih mudah, tinggal atur buka-tutup gas dan momentumnya saja.

Sayangnya kami tak sempat mencoba berapa kecepatan maksimal skutik ini karena kondisi jalan yang ramai. Tapi sebagai gambaran, untuk skutik sekelasnya kecepatan maksimal kurang lebih bisa sampai 100 km/jam.

Hal menarik lainnya adalah suspensinya terbilang empuk. Beberapa kali melibas lubang, hentakannya tak sampai membuat badan sakit. Tapi bokong agak panas, karena busa jok agak keras persis Honda BeAT.

Harga
Nex II hadir dengan lima varian, yakni Standar dan Elegant yang sama-sama berbanderol Rp13,95 juta. Lalu Sporty Runner dan Fancy Dynamic berlabel Rp14,65 juta dan Elegant Premium Rp14,4 juta.

Kesimpulan
Untuk anak muda motor ini bisa dikatakan lebih atraktif, desain stripingnya lebih bervariasi. Fitur unggulan yang dimilikinya pun kekinian dengan harga paling kompetitif. Tarikan awal yang smooth, akan pas untuk pengendara wanita, karena tak terlalu liar. Jika bosan dengan Honda BeAT dan Yamaha Mio M3, bisa jajal gacoan Suzuki ini.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id