DKI Jakarta: Volkswagen Group tengah mengevaluasi sejumlah bisnis dan kepemilikannya sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran, mencakup rencana pengurangan sekitar 50.000 pekerja dan pemangkasan jumlah model hingga 50 persen. Salah satu merek yang kini masuk dalam proses evaluasi adalah Ducati.
Volkswagen sebelumnya menyatakan sekitar sepertiga dari aktivitas bisnis yang dinilai “non-strategis” akan dilepas atau disesuaikan. Perusahaan ingin memusatkan perhatian pada bisnis yang memberikan kontribusi strategis dan finansial yang jelas terhadap bisnis inti.
Audi CEO Gernot Döllner mengonfirmasi kemungkinan tersebut dalam wawancara dengan Bloomberg. Menurut Döllner, Ducati akan menjadi bagian dari proses evaluasi yang dilakukan Volkswagen Group. Namun dia menegaskan belum ada keputusan yang dibuat terkait masa depan merek sepeda motor asal Italia tersebut.
“Belum ada yang diputuskan,” ujar Döllner kepada Bloomberg dan kemudian dikutip dari Carscoops.
Ducati Masuk Portofolio Volkswagen
Ducati memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1926. Merek tersebut kemudian menjadi merek ke-11 dalam portofolio Volkswagen Group pada 19 Juli 2012.
Baca Juga:
'Tokyo Drift' di Basement ICE BSD, IMX 2026 Bawa Drift King
Pada tahun lalu, Ducati mencatat pengiriman sebanyak 50.895 unit sepeda motor secara global. Angka tersebut turun 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Model Multistrada menjadi kontributor terbesar dengan penjualan 13.873 unit. Setelah itu, lini Panigale mencatat 10.606 unit, sedangkan keluarga Scrambler terjual sebanyak 5.814 unit.
Bloomberg memperkirakan nilai Ducati berada di kisaran EUR1,25 miliar. Nilai tersebut cukup besar dibandingkan laba operasional Ducati yang hanya mencapai EUR52 juta pada tahun lalu.
Laba operasional tersebut turun 42,8 persen. Ducati disebut menghadapi tekanan akibat pergerakan nilai tukar yang tidak menguntungkan serta tarif yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.
Restrukturisasi Volkswagen Group tersebut menunjukkan perusahaan tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai bisnis untuk menentukan aset dan aktivitas yang tetap menjadi bagian dari strategi inti perusahaan.
DKI Jakarta: Volkswagen Group tengah mengevaluasi sejumlah bisnis dan kepemilikannya sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran, mencakup rencana pengurangan sekitar 50.000 pekerja dan pemangkasan jumlah model hingga 50 persen. Salah satu merek yang kini masuk dalam proses evaluasi adalah
Ducati.
Volkswagen sebelumnya menyatakan sekitar sepertiga dari aktivitas bisnis yang dinilai “non-strategis” akan dilepas atau disesuaikan. Perusahaan ingin memusatkan perhatian pada bisnis yang memberikan kontribusi strategis dan finansial yang jelas terhadap bisnis inti.
Audi CEO Gernot Döllner mengonfirmasi kemungkinan tersebut dalam wawancara dengan Bloomberg. Menurut Döllner, Ducati akan menjadi bagian dari proses evaluasi yang dilakukan Volkswagen Group. Namun dia menegaskan belum ada keputusan yang dibuat terkait masa depan merek sepeda motor asal Italia tersebut.
“Belum ada yang diputuskan,” ujar Döllner kepada Bloomberg dan kemudian dikutip dari Carscoops.
Ducati Masuk Portofolio Volkswagen
Ducati memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1926. Merek tersebut kemudian menjadi merek ke-11 dalam portofolio Volkswagen Group pada 19 Juli 2012.
Pada tahun lalu, Ducati mencatat pengiriman sebanyak 50.895 unit sepeda motor secara global. Angka tersebut turun 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Model Multistrada menjadi kontributor terbesar dengan penjualan 13.873 unit. Setelah itu, lini Panigale mencatat 10.606 unit, sedangkan keluarga Scrambler terjual sebanyak 5.814 unit.
Bloomberg memperkirakan nilai Ducati berada di kisaran EUR1,25 miliar. Nilai tersebut cukup besar dibandingkan laba operasional Ducati yang hanya mencapai EUR52 juta pada tahun lalu.
Laba operasional tersebut turun 42,8 persen. Ducati disebut menghadapi tekanan akibat pergerakan nilai tukar yang tidak menguntungkan serta tarif yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.
Restrukturisasi Volkswagen Group tersebut menunjukkan perusahaan tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai bisnis untuk menentukan aset dan aktivitas yang tetap menjadi bagian dari strategi inti perusahaan.
(UDA)