medcom.id, Qatar: Penggunaan winglet (sayap kecil) di motor MotoGP jadi tenar setelah Yamaha dan Ducati memasangnya di bagian bawah windshield. Jelang GP Qatar lalu Honda belum menerapkan dengan alasan masih dalam tahap riset.
Penggunaan winglet untuk menambah downforce bagian depan. Selain itu membantu sistem anti wheelie (roda terangkat) saat berakselerasi.
Namun lain yang dialami Cal Crutchlow. Menurut pembalap tim LCR Honda dikutip dari Crash.net, winglet membahayakan pembalap lain di belakang gara-gara efek turbulensi udara yang dihasilkan.
"Ketika berada di belakang Ducati, turbulensi udara yang melewatinya sangat termodifikasi. Jika memperhatikan Dani Pedrosa saat tes pra musim Australia yang ketika itu di depanku dan di belakang Andrea Iannone, kepalanya terlihat seperti diaduk," cerita Crutchlow.
Di ajang balap Formula 1, modifikasi aliran udara memang sudah menjadi mainan para desainer mobil F1. Mereka akan mendesain dan memanfaatkan aliran udara yang melewati bodi mobil. Namun setelah keluar dari sayap belakang, turbulensinya termodifikasi. Agar bisa meminimalisir pemanfaatan udara oleh pembalap lain di belakang, dengan kata lain tak bisa slip streaming.
Jika memang ini yang dimaksud oleh Crutchlow, penting bagi regulator MotoGP untuk mengatur penggunaan sayap di motor prototipe tersebut. Masalahnya, motor hanya memiliki dua roda dan sangat ringkih jika terkena turbulensi udara.
Apalagi dari hasil tes tim-tim F1 di wind tunnel, dimensi sayap yang kecil sekalipun, akan punya efek besar jika digunakan di atas kecepatan 200 km per jam.
medcom.id, Qatar: Penggunaan
winglet (sayap kecil) di motor MotoGP jadi tenar setelah Yamaha dan Ducati memasangnya di bagian bawah
windshield. Jelang GP Qatar lalu Honda belum menerapkan dengan alasan masih dalam tahap riset.
Penggunaan
winglet untuk menambah
downforce bagian depan. Selain itu membantu sistem
anti wheelie (roda terangkat) saat berakselerasi.
Namun lain yang dialami Cal Crutchlow. Menurut pembalap tim LCR Honda dikutip dari Crash.net, winglet membahayakan pembalap lain di belakang gara-gara efek turbulensi udara yang dihasilkan.
"Ketika berada di belakang Ducati, turbulensi udara yang melewatinya sangat termodifikasi. Jika memperhatikan Dani Pedrosa saat tes pra musim Australia yang ketika itu di depanku dan di belakang Andrea Iannone, kepalanya terlihat seperti diaduk," cerita Crutchlow.
Di ajang balap Formula 1, modifikasi aliran udara memang sudah menjadi mainan para desainer mobil F1. Mereka akan mendesain dan memanfaatkan aliran udara yang melewati bodi mobil. Namun setelah keluar dari sayap belakang, turbulensinya termodifikasi. Agar bisa meminimalisir pemanfaatan udara oleh pembalap lain di belakang, dengan kata lain tak bisa
slip streaming.
Jika memang ini yang dimaksud oleh Crutchlow, penting bagi regulator MotoGP untuk mengatur penggunaan sayap di motor prototipe tersebut. Masalahnya, motor hanya memiliki dua roda dan sangat ringkih jika terkena turbulensi udara.
Apalagi dari hasil tes tim-tim F1 di
wind tunnel, dimensi sayap yang kecil sekalipun, akan punya efek besar jika digunakan di atas kecepatan 200 km per jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)