Polisi menindak pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Antara/Indrianto Eko
Polisi menindak pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Antara/Indrianto Eko

Mulai Besok Polisi Gelar Operasi Zebra Jaya 2019

Otomotif lalu lintas operasi zebra
M. Bagus Rachmanto • 22 Oktober 2019 13:17
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya kembali menggelar operasi lalu lintas dengan sandi Zebra Jaya 2019. Operasi ini digelar mulai 23 Oktober sampai 5 November mendatang. Bagi mereka yang belum paham tentang operasi ini, cenderung ketakutan saat melihat dari jauh ada operasi besar polisi lalu lintas.
 
Jika perilaku Anda aman dalam berkendara dan dokumen kendaraan bermotor lengkap, tak perlu takut. Pihak kepolisian hanya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mereka yang surat-suratnya tak lengkap dan melakukan kesalahan lalu lintas.
 
"Ada 2.380 personel terdiri dari polri, TNI, dinas perhubungan, dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP)," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, Senin, 21 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operasi ini dilakukan untuk menertibkan pengendara yang bandel. Salah satunya, pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, termasuk pengendara tanpa surat izin mengemudi (SIM).
 
"Tujuan operasi agar terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi yang rawan kecelakaan," ujar Nasir.
 
Nasir memastikan petugas akan menggunakan cara preventif dan represif dalam menindak pelanggar. Penindakan berlaku untuk seluruh elemen masyarakat.
 
"Operasi Zebra Jaya 2019 bersifat terbuka dalam bentuk operasi Harkamtibnas," lanjut Nasir.
 
Operasi Zebra 2019 diharap dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Semoga ketertiban berlalu lintas masyarakat tidak hanya berlangsung selama operasi zebra dilaksanakan. Setelahnya kondisi akan kembali seperti biasa, ini menandakan perilaku berkendara masyarakat masih jauh dari kata tertib.
 
Berikut target operasi dari Operasi Zebra Jaya 2019
-Pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM.
-Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi dengan STNK.
-Pengendara yang melawan arus.
-Tidak menggunakan helm SNI.
-Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan.
-Menggunakan hp saat mengemudi.
-Berkendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM.
-Berkendara sepeda motor berbonceng tiga.
-Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan.
-Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar.
-Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
-Kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya.
-Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar.
-Kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif