Swedia: Sejumlah produsen sepeda motor banyak yang mengembangkan sepeda motor bertenaga listrik. Langkah berani juga diambil oleh Regent Motorcycles dengan memperkenalkan Regent No.1 sebagai sepeda motor di masa depan.
Uniknya produsen sepeda motor asal Swedia ini membuat No.1 dengan gaya yang klasik. Regent Motorcyles memadukan desain retro dipadukan teknologi canggih motor listrik, untuk menjadi produk pertamanya masuk ke pasar sepeda motor.
Dari tampilannya jelas mengusung model jadul rangka baja dengan bentuk tangki nan klasik, lampu dengan model membulat, serta jok yang menyambung. Motor listrik dengan bobot 130 kilogram itu tampil dengan garpu teleskopis, dan shockabsorber ganda di belakang bertipe coil over shock.
Sedangkan untuk baterainya diletakan di bawah tangki berukuran kotak cukup besar. No.1 digerakkan dengan motor listrik berdaya 8 kW atau setara 11 daya kuda, dengan puncak tenaganya 15 kW atau 20 daya kuda. Dengan tenaga sebesar itu akan membuat No.1 bisa dipacu hingga kecepatan 120 kilometer per jam (kpj).
Pasokan energinya disuplai dari baterai 72 V 80Ah, atau setara 6 kWh. Dengan baterai penuh No.1 bisa menjelajah sejauh 150 kilometer. Kemampuan yang setara dengan Zero FXS ZF7.2 supermoto.
Meski tampilannya tampak klasik, Regent Motorcycle melengkapi No.1 dengan sejumlah fitur canggih. Mulai dari anti-lock braking system (ABS) dua kanal dengan rem cakram, rem regeneratif dari roda belakang, panel instrumen dengan touchscreen, anti theft, dan GPS.
Motor listrik tersebut diperkirakan akan ada di pasaran dunia sekitar tahun 2020 mendatang. Sebelumnya, Regent sudah memamerkan prototype motor Regent NO.1 ini diajang MC Massan Swedish Motorcycle Fair, Mei 2019. Harga No.1 diperkirakan sekitar USD 10.800 atau setara dengan Rp152,5 juta.
Sepeda motor dengan gaya retro memang semakin menjamur belakangan ini. Bahkan Honda diketahui sedang membuat cafe racer dengan mesin enam silinder, dan pastinya menyasar tren sekarang ini. Lantas apakah No.1 bisa sukses seperti sepeda motor konvensional?
Swedia: Sejumlah produsen sepeda motor banyak yang mengembangkan sepeda motor bertenaga listrik. Langkah berani juga diambil oleh Regent Motorcycles dengan memperkenalkan Regent No.1 sebagai sepeda motor di masa depan.
Uniknya produsen sepeda motor asal Swedia ini membuat No.1 dengan gaya yang klasik. Regent Motorcyles memadukan desain retro dipadukan teknologi canggih motor listrik, untuk menjadi produk pertamanya masuk ke pasar sepeda motor.
Dari tampilannya jelas mengusung model jadul rangka baja dengan bentuk tangki nan klasik, lampu dengan model membulat, serta jok yang menyambung. Motor listrik dengan bobot 130 kilogram itu tampil dengan garpu teleskopis, dan shockabsorber ganda di belakang bertipe coil over shock.
Sedangkan untuk baterainya diletakan di bawah tangki berukuran kotak cukup besar. No.1 digerakkan dengan motor listrik berdaya 8 kW atau setara 11 daya kuda, dengan puncak tenaganya 15 kW atau 20 daya kuda. Dengan tenaga sebesar itu akan membuat No.1 bisa dipacu hingga kecepatan 120 kilometer per jam (kpj).
Pasokan energinya disuplai dari baterai 72 V 80Ah, atau setara 6 kWh. Dengan baterai penuh No.1 bisa menjelajah sejauh 150 kilometer. Kemampuan yang setara dengan Zero FXS ZF7.2 supermoto.
Meski tampilannya tampak klasik, Regent Motorcycle melengkapi No.1 dengan sejumlah fitur canggih. Mulai dari anti-lock braking system (ABS) dua kanal dengan rem cakram, rem regeneratif dari roda belakang, panel instrumen dengan touchscreen, anti theft, dan GPS.
Motor listrik tersebut diperkirakan akan ada di pasaran dunia sekitar tahun 2020 mendatang. Sebelumnya, Regent sudah memamerkan prototype motor Regent NO.1 ini diajang MC Massan Swedish Motorcycle Fair, Mei 2019. Harga No.1 diperkirakan sekitar USD 10.800 atau setara dengan Rp152,5 juta.
Sepeda motor dengan gaya retro memang semakin menjamur belakangan ini. Bahkan Honda diketahui sedang membuat cafe racer dengan mesin enam silinder, dan pastinya menyasar tren sekarang ini. Lantas apakah No.1 bisa sukses seperti sepeda motor konvensional?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)