NEWSTICKER
Scooter VIP masih memiliki komponen yang cukup untuk suter matik asal Italia. Scooter VIP
Scooter VIP masih memiliki komponen yang cukup untuk suter matik asal Italia. Scooter VIP

Komponen Otomotif

Italia Lockdown, Stok Komponen Aftermarket Skuter Masih Aman

Otomotif komponen otomotif
Ekawan Raharja • 18 Maret 2020 16:30
Bekasi: Status lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Italia secara tidak langsung berpengaruh terhadap industri otomotif di negeri asal pizza tersebut. Para pengguna skuter, khususnya skuter dari Italia, mungkin bertanya-tanya bagaimana dengan kebutuhan akan komponen kuda besinya?
 
CEO Scooter Victory Inter Part (Scooter Vip), Dennil S, menjelaskan hingga saat ini masih memberlakukan impor untuk suku cadang Polini dan Malossi yang didatangkan dari Italia. Denhil menggaris bawahi jika pembelian stok komponen yang mereka lakukan sedikit terganggu karena jam produksi di pabrik Polini dan Malossi berkurang sehingga berdampak kepada produksi komponen jika berkurang.
 
"Penutupan aktivitas di Italia mulai berdampak ke indonesia, kami selaku distributor mulai merasakan meski tidak signifikan. Tapi kalau ini terus terjadi mungkin ada beberapa item yang bisa melambung," ungkap Dennil Rabu (18/3/2020) kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Italia Lockdown, Stok Komponen Aftermarket Skuter Masih Aman
 
Sebagai contoh, komponen kopling dan drum kopling skuter matik sudah mulai langka karena aktivitas di pabrik sudah mulai dibatasi, yang awalnya beroperasional penuh kini menjadi setengah hari berdampak kepada tersendatnya suplai dan proses produksi. Lalu untuk belt skuter matic berbahan kevlar juga sudah mulai menipis persediaannya di sana, sedangkan permintaan di pasar tanah air masih terbilang tinggi
 
"Sampai saat ini belum ada kenaikan harga karena persediaan stok kami mudah-mudahan masih aman sampai Mei."
 
"Sepertinya saat ini belum tepat untuk menaikkan harga karena belum ada hambatan di suplai ke kita. Jadi harga saat ini masih normal selama kurs Euro juga tidak signifikan naiknya. Sama-sama melihat perkembangan bagaimana kedepannya," tegasnya.
 
Pemerintah Italia melalui Perdana Menteri Giuseppe Conte memberlakukan lockdown dari 9 Maret sampai 3 April 2020 akibat penyebaran virus Korona yang cukup masif. Sudah hampir berjalan dua bulan virus korona (covid-19) menebar ancaman di seluruh dunia, tak terkecuali Italia telah menjadi negara kedua setelah Tiongkok dengan 9.712 kasus, di antaranya 463 orang pasien meninggal dan 723 orang dinyatakan sembuh.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif