NGK Bekali Komunitas Jurnalis Ilmu Busi
Jurnalis otomotif pun masih terus belajar tentang komponen otomotif, seperti busi. medcom.id/Ahmad Garuda
Jakarta: Menekuni dunia otomotif dan tiap hari berkutat dengan industri otomotif hingga ke bengkel-bengkel, bukan berarti membuat jurnalis otomotif serba tahu tentang semua komponen otomotif. Mengingat perkembangan zaman serta teknologi komponen juga semkain tinggi.

Salah satunya adalah teknologi pemantik api di ruang bakar mesin atau yang biasa dikenal busi. Banyak masalah yang terjadi karena orang cenderung menganggap bahwa pemantik api di ruang bakar ini hanya berfungsi untuk menghidupkan mesin. Padahal selama mesin bekerja, maka pemantik api ini juga terus bekerja.

"Ditambah lagi beberapa teman juag sering melakukan obrolan tersendiri soal teknis busi di ruang bakar, perannya hingga bagaimana soal perawatannya. Hal inilah yang mendorong kami melakukan edukasi khusus ke teman-teman jurnalis. Agar tentunya menjadi sesuatu yang dipahami sebelum memberikan bahan tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya," jelas Assistant Manager Marketing Brand Management, PT NGK Busi Indonesia, Ardhieta Wahyu Wicaksana, di Ciracas hari ini, Sabtu (24/11/2018).


Ada dua tema besar yang dibahas yaitu soal total jarak tempuh atau pemakaian untuk busi. Kemudian yang kedua adalah soal masalah yang terjadi jika busi dibiarkan dalam waktu lama tak diganti. Hal ini pun diungkapkan secara rinci oleh Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano.

"Pemahaman mendalam tentang komponen yang satu ini wajib diketahui para pewarta otomotif," ungkap Diko. "Mengingat ini adalah salah satu komponen yang cukup cepat usia pakainya atau istilahnya komponen fast moving. Kalau tidak paham, bisa-bisa salah menginformasikan dan akhirnya terjadi pemahaman yang salah dan dianggap benar secara umum."

"Saya rasa masalah ini memang menjadi hal yang cuukup banyak ditanyakan teman-teman jurnalis. Mengingat memang tidak banyak yang mengungkapkan hal tersebut secara gamblang. Sehingga banyak yang salah kaprah memperlakukan komponen ini. Padahal efeknya juga bisa berentetan ke komponen pengapian lainnya."

Secara singkat, Diko menjelaskan bahwa usia penggunakan busi itu tergantung dari jenis businya. Tapi Ia mencontohkan untuk busi bermaterial nikel, maka durabilitasnya sebatas 6.000 km untuk busi motor dan 20.000 km untuk mobil. Sementara efek yang akan terjadi ketika busi dibiarkan tak diganti, maka performa mesin akan menurun. Pembahasan lebih jauh tentang itu, akan kami bahas secara terpisah.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id