medcom.id, Jakarta: Dorongan semangat yang diberikan suporter kerap membuat apa yang didukungnya menorehkan prestasi. Jadi tak salah jika dalam sepakbola, ada istilah pemain ke duabelas sebagai sebutan untuk pendukung setia suatu klub.
Maka tak jauh berbeda dengan dunia otomotif, dukungan suporter dan komunitas kerap membuat seseorang berprestasi. Contohnya dialami Wawan Tembong, yang merupakan seorang freestyler asal Salatiga, Jawa Tengah.
Wawan baru saja menjuarai dua kompetisi bergengsi di Indonesia, yang pertama di Motorsport Festival di Malang, Jawa Timur dan Indonesia International Stunt Day (IISD) di Jakarta, bersaing dengan sejumlah freestyler asing.
"Anak komunitas banyak memberi dukungan untuk saya, khususnya dari komunitas Yamaha R25 dan MT-25 rutin dukung aksi saya di Malang maupun di Jakarta. Mereka antusias, terlebih motor yang saya pakai juga sama dengan yang mereka gunakan," papar Wawan.
Soal kemenangannya di IISD, ini adalah dua tahun beruntun dia juara di event yang sama menggunakan MT-25. Bedanya di tahun ini Wawan “bertarung” dalam kondisi trek aspal becek dan licin karena dibasahi hujan.
”Dalam kondisi seperti itu, fifty fifty skill orangnya dan kualitas motor yang menentukan. Karena suspensi dan riding position sudah oke, sangat bantu untuk perform. Motor yang saya pakai mesin, suspensi dan rangkanya mumpuni sudah untuk freestyle,” beber Wawan.
Wawan telah memodifikasi tunggangannya dengan sejumlah komponen untuk mendukung aksi freestyle, mulai dari ban kompon keras, setting gear, rem, bodi hingga suspensi.
medcom.id, Jakarta: Dorongan semangat yang diberikan suporter kerap membuat apa yang didukungnya menorehkan prestasi. Jadi tak salah jika dalam sepakbola, ada istilah pemain ke duabelas sebagai sebutan untuk pendukung setia suatu klub.
Maka tak jauh berbeda dengan dunia otomotif, dukungan suporter dan komunitas kerap membuat seseorang berprestasi. Contohnya dialami Wawan Tembong, yang merupakan seorang
freestyler asal Salatiga, Jawa Tengah.
Wawan baru saja menjuarai dua kompetisi bergengsi di Indonesia, yang pertama di Motorsport Festival di Malang, Jawa Timur dan Indonesia International Stunt Day (IISD) di Jakarta, bersaing dengan sejumlah
freestyler asing.
"Anak komunitas banyak memberi dukungan untuk saya, khususnya dari komunitas Yamaha R25 dan MT-25 rutin dukung aksi saya di Malang maupun di Jakarta. Mereka antusias, terlebih motor yang saya pakai juga sama dengan yang mereka gunakan," papar Wawan.
Soal kemenangannya di IISD, ini adalah dua tahun beruntun dia juara di event yang sama menggunakan MT-25. Bedanya di tahun ini Wawan “bertarung” dalam kondisi trek aspal becek dan licin karena dibasahi hujan.
”Dalam kondisi seperti itu,
fifty fifty skill orangnya dan kualitas motor yang menentukan. Karena suspensi dan
riding position sudah oke, sangat bantu untuk perform. Motor yang saya pakai mesin, suspensi dan rangkanya mumpuni sudah untuk freestyle,” beber Wawan.
Wawan telah memodifikasi tunggangannya dengan sejumlah komponen untuk mendukung aksi freestyle, mulai dari ban kompon keras,
setting gear, rem, bodi hingga suspensi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)