DKI Jakarta: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter, termasuk kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Hal tersebut dilakukan Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui program edukasi safety riding yang menyasar pelajar.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di SMK Wipama Cikupa dan SMK Tunas Bangsa, Kabupaten Tangerang, dengan total sekitar 800 siswa baru.
Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berkendara sejak dini, sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan dasar sebelum nantinya menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Mengusung kampanye #Cari_Aman, materi yang disampaikan mencakup etika berlalu lintas, mengenali potensi bahaya di jalan, hingga membangun kedisiplinan sebagai pengguna jalan. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai aturan yang berlaku bagi pengendara sepeda motor di Indonesia.
Baca Juga:
Jelang GIIAS 2026, Omoda 04 Kepergok Sudah Sampai Indonesia
Salah satu materi yang ditekankan adalah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 81 yang mengatur bahwa pengendara sepeda motor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM C) dengan usia minimal 17 tahun.
Melalui edukasi tersebut, perusahaan mengingatkan siswa agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Bagi siswa yang belum memiliki SIM, perusahaan mengimbau untuk menggunakan transportasi umum, diantar orang tua, atau didampingi pengendara yang telah memenuhi syarat.
Selain aspek legalitas, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar keselamatan. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu yang menutupi mata kaki menjadi perlengkapan yang disarankan untuk mengurangi risiko cedera saat berkendara.
"Materi yang kami berikan tidak hanya membahas cara berkendara yang benar, tetapi menanamkan pola pikir bahwa keselamatan harus menjadi prioritas. Kami ingin siswa paham dan patuh pada aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, serta tidak mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM. Harapannya, budaya #Cari_Aman dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan," jelas Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Mitsubishi Kembangkan Robot Humanoid, Bantu-Bantu Produksi Mobil
Kolaborasi Dukung Pembentukan Karakter Pelajar
WMS menyatakan edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar sekaligus berkontribusi menekan angka kecelakaan, terutama yang melibatkan pengguna jalan usia muda.
Program ini juga menjadi bagian dari sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Selain meningkatkan kompetensi teknis, pembentukan karakter yang mengutamakan keselamatan dinilai penting agar lulusan sekolah memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab.
"Melalui kolaborasi SRP dan SHEP, kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keselamatan. Kami terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk melalui pendidikan keselamatan berkendara yang berkelanjutan demi wujudkan #Cari_Aman," lanjut Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
DKI Jakarta: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (
MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter, termasuk kesadaran akan pentingnya keselamatan
berlalu lintas.
Hal tersebut dilakukan Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui program edukasi safety riding yang menyasar pelajar.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di SMK Wipama Cikupa dan SMK Tunas Bangsa, Kabupaten Tangerang, dengan total sekitar 800 siswa baru.
Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berkendara sejak dini, sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan dasar sebelum nantinya menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Mengusung kampanye #Cari_Aman, materi yang disampaikan mencakup etika berlalu lintas, mengenali potensi bahaya di jalan, hingga membangun kedisiplinan sebagai pengguna jalan. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai aturan yang berlaku bagi pengendara sepeda motor di Indonesia.
Salah satu materi yang ditekankan adalah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 81 yang mengatur bahwa pengendara sepeda motor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM C) dengan usia minimal 17 tahun.
Melalui edukasi tersebut, perusahaan mengingatkan siswa agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Bagi siswa yang belum memiliki SIM, perusahaan mengimbau untuk menggunakan transportasi umum, diantar orang tua, atau didampingi pengendara yang telah memenuhi syarat.
Selain aspek legalitas, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar keselamatan. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu yang menutupi mata kaki menjadi perlengkapan yang disarankan untuk mengurangi risiko cedera saat berkendara.
"Materi yang kami berikan tidak hanya membahas cara berkendara yang benar, tetapi menanamkan pola pikir bahwa keselamatan harus menjadi prioritas. Kami ingin siswa paham dan patuh pada aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, serta tidak mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM. Harapannya, budaya #Cari_Aman dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan," jelas Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, melalui keterangan resminya.
Kolaborasi Dukung Pembentukan Karakter Pelajar
WMS menyatakan edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar sekaligus berkontribusi menekan angka kecelakaan, terutama yang melibatkan pengguna jalan usia muda.
Program ini juga menjadi bagian dari sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Selain meningkatkan kompetensi teknis, pembentukan karakter yang mengutamakan keselamatan dinilai penting agar lulusan sekolah memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab.
"Melalui kolaborasi SRP dan SHEP, kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keselamatan. Kami terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk melalui pendidikan keselamatan berkendara yang berkelanjutan demi wujudkan #Cari_Aman," lanjut Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)