Jakarta: Kini hampir di setiap perempatan jalan yang cukup besar, ditemui lampu merah untuk mengatur lalu lintas. Namun tahukah Anda sejarah awal lampu merah di dunia? Rambu-rambu ini ternyata memang lahir dari kemacetan parah yang terjadi di London.
Cerita sejarah lampu merah bermula dari London, Inggris, yang pernah dijuluki sebagai kota dengan lalu lintas terburuk di Eropa akibat dari kemacetannya. Kota ini berada di peringkat keempat di Eropa soal parahnya tingkat kemacetan yang terjadi di jalan-jalanan, dikutip dari laman resmi Suzuki.
Kemacetan yang cukup parah terjadi pada abad ke-19, sehingga tak heran jika kota ini tidak asing lagi dengan kemacetan jalanan. Bahkan buku berjudul Victorian London: The Life of a City 1840-1870 menuliskan sudah ada 13 ribu jenis kendaraan termasuk kereta kuda yang melintasi kota tersebut.
Memburuknya tingkat kemacetan yang terjadi di Inggris tersebut menjadi sebab munculnya lampu lalu lintas. Lampu ini pertama kali dikenal dan ditemukan pada tahun 1868 oleh Lester Farnsworth Wire dan digunakan di Inggris.
Lester Farnsworth Wire hanya menerapkan warna merah dan hijau di lampu merah tersebut. Sedangkan penambahan warna kuning baru dilakukan pada tahun 1914 oleh Garrett Morgan.
Penambahan lampu kuning ini sengaja dilakukan karena warna merah dan hijau tidak memberikan tanda untuk berhati-hati bagi pengendara. Tanda untuk pengendara berhati-hati dirasakan sangat perlu jalanan semakin padat dan perlu ditingkatkannya kualitas lampu merah yang ada di jalan-jalan, khususnya di Amerika Serikat.
Filosofi Warna Lampu Lalu Lintas
Warna yang ada di lampu lalu lintas memiliki filosofi berbeda yang diambil dari peristiwa masa peperangan dahulu kala. Tanda berhenti dari peperangan ditandai dengan warna merah, begitu juga yang diterapkan lampu itu.
Kemudian, warna kuning melambangkan warna api yang bertanda prajurit atau orang-orang telah bersiap-siap untuk menghadapi musuh. Lalu, warna hijau dilambakan dengan warna daun yang menggambakan ketenangan sehingga lampu diartikan aman jika berjalan.
Penyusunan warnanya juga memiliki arti tersendiri yang bertujuan untuk kebaikan para pengguna jalan. Lampu tersebut disusun secara vertikal dengan urutan warna merah berada di atas, lalu warna kuning, dan paling bawah warna hijau.
Tujuan dari hal itu adalah untuk memudahkan pengguna jalan yang buta terhadap warna. Warna merah mengandung corak jingga dan hijau mengandung corak biru. Jadi orang tetap bisa membedakan lampu mana yang menyala meski sudah buta warna.
Jakarta: Kini hampir di setiap perempatan jalan yang cukup besar, ditemui lampu merah untuk mengatur lalu lintas. Namun tahukah Anda sejarah awal lampu merah di dunia? Rambu-rambu ini ternyata memang lahir dari kemacetan parah yang terjadi di London.
Cerita sejarah lampu merah bermula dari London, Inggris, yang pernah dijuluki sebagai kota dengan lalu lintas terburuk di Eropa akibat dari kemacetannya. Kota ini berada di peringkat keempat di Eropa soal parahnya tingkat kemacetan yang terjadi di jalan-jalanan, dikutip dari laman resmi Suzuki.
Kemacetan yang cukup parah terjadi pada abad ke-19, sehingga tak heran jika kota ini tidak asing lagi dengan kemacetan jalanan. Bahkan buku berjudul Victorian London: The Life of a City 1840-1870 menuliskan sudah ada 13 ribu jenis kendaraan termasuk kereta kuda yang melintasi kota tersebut.
Memburuknya tingkat kemacetan yang terjadi di Inggris tersebut menjadi sebab munculnya lampu lalu lintas. Lampu ini pertama kali dikenal dan ditemukan pada tahun 1868 oleh Lester Farnsworth Wire dan digunakan di Inggris.
Lester Farnsworth Wire hanya menerapkan warna merah dan hijau di lampu merah tersebut. Sedangkan penambahan warna kuning baru dilakukan pada tahun 1914 oleh Garrett Morgan.
Penambahan lampu kuning ini sengaja dilakukan karena warna merah dan hijau tidak memberikan tanda untuk berhati-hati bagi pengendara. Tanda untuk pengendara berhati-hati dirasakan sangat perlu jalanan semakin padat dan perlu ditingkatkannya kualitas lampu merah yang ada di jalan-jalan, khususnya di Amerika Serikat.
Filosofi Warna Lampu Lalu Lintas
Warna yang ada di lampu lalu lintas memiliki filosofi berbeda yang diambil dari peristiwa masa peperangan dahulu kala. Tanda berhenti dari peperangan ditandai dengan warna merah, begitu juga yang diterapkan lampu itu.
Kemudian, warna kuning melambangkan warna api yang bertanda prajurit atau orang-orang telah bersiap-siap untuk menghadapi musuh. Lalu, warna hijau dilambakan dengan warna daun yang menggambakan ketenangan sehingga lampu diartikan aman jika berjalan.
Penyusunan warnanya juga memiliki arti tersendiri yang bertujuan untuk kebaikan para pengguna jalan. Lampu tersebut disusun secara vertikal dengan urutan warna merah berada di atas, lalu warna kuning, dan paling bawah warna hijau.
Tujuan dari hal itu adalah untuk memudahkan pengguna jalan yang buta terhadap warna. Warna merah mengandung corak jingga dan hijau mengandung corak biru. Jadi orang tetap bisa membedakan lampu mana yang menyala meski sudah buta warna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)