medcom.id: Pada seri MotoGP Mugello dua pekan lalu, motor Yamaha pacuan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi jebol. Milik Lorenzo saat sesi warm-up sementara Rossi saat balapan tengah berlangsung. Butuh waktu untuk mempelajari apa yang membuat motor keduanya mengalami masalah.
Dua mesin jebol bersamaan tentu membuat teknisi Yamaha langsung melakukan investigasi. Hasil investigasi pun keluar, dan mengatakan over-revving atau putaran mesin terlampau tinggi, jadi penyebab jebolnya kedua mesin itu.
Over-revving terjadi di ujung trek lurus Mugello, saat motor melaju hingga 350 kilometer per jam. Di satu bagian, ban belakang melayang dan membuat mesin tidak terbebani, sehingga putaran mesin melonjak tinggi.
Project Leader YZR-M1, Kouji Tsuya mengatakan hal ini juga dipengaruhi penggunaan software yang sudah seragam. "Pembatas putaran mesin pada ECU tidak merespon dengan baik, seperti halnya ECU yang kami pasangkan tahun lalu," katanya.
Atas masalah ini, bagian piston dan klep alami kerusakan yang parah. Yamaha pun sudah mengindentifikasi masalah dan memperbaikinya. Risiko mesin jebol kini lebih kecil karena tidak ada lagi sirkuit dengan karakter seperti Mugello.
Saat jebol, Lorenzo menggunakan mesin keduanya yang sudah digunakan sejak seri Qatar dan melewati 25 sesi latihan dan dua seri balapan. Sementara mesin Rossi adalah yang ketiga, yang saat digunakan di Mugello adalah mesin baru.
medcom.id: Pada seri MotoGP Mugello dua pekan lalu, motor Yamaha pacuan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi jebol. Milik Lorenzo saat sesi
warm-up sementara Rossi saat balapan tengah berlangsung. Butuh waktu untuk mempelajari apa yang membuat motor keduanya mengalami masalah.
Dua mesin jebol bersamaan tentu membuat teknisi Yamaha langsung melakukan investigasi. Hasil investigasi pun keluar, dan mengatakan
over-revving atau putaran mesin terlampau tinggi, jadi penyebab jebolnya kedua mesin itu.
Over-revving terjadi di ujung trek lurus Mugello, saat motor melaju hingga 350 kilometer per jam. Di satu bagian, ban belakang melayang dan membuat mesin tidak terbebani, sehingga putaran mesin melonjak tinggi.
Project Leader YZR-M1, Kouji Tsuya mengatakan hal ini juga dipengaruhi penggunaan
software yang sudah seragam. "Pembatas putaran mesin pada ECU tidak merespon dengan baik, seperti halnya ECU yang kami pasangkan tahun lalu," katanya.
Atas masalah ini, bagian piston dan klep alami kerusakan yang parah. Yamaha pun sudah mengindentifikasi masalah dan memperbaikinya. Risiko mesin jebol kini lebih kecil karena tidak ada lagi sirkuit dengan karakter seperti Mugello.
Saat jebol, Lorenzo menggunakan mesin keduanya yang sudah digunakan sejak seri Qatar dan melewati 25 sesi latihan dan dua seri balapan. Sementara mesin Rossi adalah yang ketiga, yang saat digunakan di Mugello adalah mesin baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)