Sensor tekanan ban terpasang pada bagian dalam pelek. MCN
Sensor tekanan ban terpasang pada bagian dalam pelek. MCN

Teknologi Motor Balap

Sensor Tekanan Ban Motor MotoGP, Kontrol Ban via Datalogger

Ainto Harry Budiawan • 10 Februari 2016 12:47
medcom.id: Menyusul kecelakaan hebat yang dialami Loriz Baz saat tes pramusim di sirkuit Sepang, Malaysia beberapa waktu lalu, FIM menyarankan agar setiap ban motor balap MotoGP dipasangkan sensor tekanan Ban.
 
Cara kerja sensor tersebut adalah memberikan data akurat kondisi tekanan angin ban saat berada di lintasan. Mengingat ketika pembalap sudah berada di lintasan, tidak ada yang benar-benar bisa mengetahui tekanan angin dalam ban kecuali memasang sensor khusus. Cara mengotrol ini akan disalurkan melalui datalogger.
 
Insiden Baz bisa menjadi pelajaran besar. Lantaran Ia mengalami kecelakaan di trek lurus pada kecepatan 290 kilometer per jam. Ban belakang yang pecah menjadi penyebab kecelakaan fatal ini, beruntung Baz tak alami cidera berarti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Motorcyclenews, FIM menyarankan sensor tekanan ban ini terpasang mulai musim balap yang akan datang. Meski sebenarnya beberapa tim seperti Repsol Honda sudah menggunakan sensor tekanan ban ini, dan digunakan saat tes Sepang kemarin.
 
Baz sendiri tengah menggunakan ban kompon lunak saat kejadian tersebut. Pihak Michelin pun menarik semua ban kompon lunak pada tes tersebut untuk mencegah hal yang sama terulang lagi.
 
(UDA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif