M. Fadli yang saat ini menjadi atlet balap sepeda paracycling. Dok. Medcom
M. Fadli yang saat ini menjadi atlet balap sepeda paracycling. Dok. Medcom

Tokoh dan Otomotif

Jawara Supersport 600 jadi Ikon Asian Para Games 2018

Ainto Harry Budiawan • 05 September 2018 15:27
Jakarta: Hawa ajang olahraga internasional belum beranjak dari Indonesia. Setelah kesuksesan Asian Games 2018, maka pada bulan Oktober mendatang akan kembali digelar ajang internasional lainnya, yakni Asian Para Games 2018.
 
Ajang ini mempertarungkan beragam cabang olahraga, namun dengan para atlet yang punya kendala fisik. Salah satu atlet yang ikut serta adalah M. Fadli. Ya, pria yang bermukim di Sentul, Bogor ini merupakan jawara balap motor sebelum mengalami cedera parah pada 2015 lalu.
 
Pria satu ini mengawali karir balapnya dari ajang balap scooter dan Kejurda DKI tahun 2001. Perlahan namun pasti, karir balap motor Fadli terus menanjak. Talentanya mencuri perhatian Asep Hendro, pemilik AHRS.
Jawara Supersport 600 jadi Ikon Asian Para Games 2018
Bersama pria akrab disapa Juragan yang pengusaha speed shop itu, karir Fadli terus melesat. Berbagai piala kemenangan dari beragam ajang balap berhasil direbutnya, hingga akhirnya jadi pembalap supersport bersama Honda.

Namun disinilah perjalanan hidup Fadli berubah. Pada balap Asian Road Racing Championship (ARRC) 7 Juni 2015 di sirkuit Sentul, Bogor, kegembiraan Fadli yang memenangi balapan, sekejap berubah jadi bencana.
 
Setelah melewati garis finis, Ia memelankan laju motor dan melambaikan tangan kepada para penonton. Nahas, pembalap Thailand, Jakkrit Sawangswat menghantam kaki kirinya dari belakang.
Jawara Supersport 600 jadi Ikon Asian Para Games 2018
Cedera serius membuat dirinya menghilang. Serangkaian terapi dan pengobatan dilakukan, untuk berharap kaki kirinya kembali seperti semula. Namun Fadli memilih jalan mengamputasi kakinya itu.
 
Ditengah proses pemulihan, sang anak pertamanya lahir. Hal ini pulalah yang jadi penyemangat Fadli untuk kembali bangkit, dan memulihkan fisiknya setelah cukup lama bed rest usai amputasi kaki.
 
Hobi Sepeda
Pria yang gemar bersepeda untuk menjaga kondisi fisik saat balap itu pun mencoba bangkit. Tak disangka, dirinya kerap bersepeda menemukan jalan karirnya yang baru, dan juga sama-sama sebagai atlet.
 
Tahun 2017 jadi awal perjalanan karir barunya. Fadli diajak untuk membela Indonesia ditingkat Asia dan targetnya Olimpiade tahun 2020. Dirinya sudah mengikuti ajang Asia Cycling Championship di Bahrain 2017 lalu.
Jawara Supersport 600 jadi Ikon Asian Para Games 2018
"Di sini saya sangat senang, jika dulu saya berkompetisi, kini saya bisa kembali berkompetisi, meski dengan cabang olahraga berbeda," katanya dalam wawancara 360 Metro TV.
 
Kini Fadli pun akan menjadi salah satu atlet Indonesia yang berkompetisi pada ajang Asian Para Games 2018 untk cabang balap sepeda, pada bulan 6-13 Oktober 2018 mendatang. 
Jawara Supersport 600 jadi Ikon Asian Para Games 2018
Sekolah Balap
Kini selain punya cabang olahraga baru yang digelutinya, Fadli juga menyibukkan diri dengan mendirikan sekolah balap, 43 Racing School. Dirinya bertindak sebagai pelatih disekolah balapnya itu.
 
"Untuk bidang balap, semoga saja banyak pembalap-pembalap muda yang saya latih, harapannya agar mereka cepat ketingkat dunia," pungkasnya. Selamat berjuang Fadli, kibarkan merah putih.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan