Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Pajak STNK Mati 2 Tahun Dianggap Bodong, Siap-siap Kendaraan Disita

Adri Prima • 03 Agustus 2022 18:22
Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal secepatnya mengimplementasikan aturan penghapusan data kendaraan bermotor yang sudah mati pajak selama 2 tahun setelah habis masa berlaku STNK-nya. 
 
Aturan itu sudah termaktub dalam pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Kita ingin secepat-cepatnya ya, karena aturan ini sudah sejak 2009 di undang-undang,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi dikutip dari laman resmi Korlantas Polri.
 
Dengan demikian, kendaraan yang sudah mati pajak selama dua tahun akan dianggap bodong sehingga tidak sah dikendarai di jalanan. Menurut Firman, aturan ini berlaku untuk meningkatkan disiplin pajak masyarakat dan memudahkan pemerintah melakukan pembangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita ingin data ini kita pastikan valid karena dengan valid data, pemerintah bisa mengambil kebijakan. Langkah untuk pembangunan masyarakat dengan lebih baik,” tuturnya.
 
Untuk penghapusan registrasi kendaraan bermotor, dapat dilaksanakan atas dasar pertimbangan pejabat Regident Ranmor terhadap kendaraan bermotor yang sekurang-kurangnya 2 Tahun tidak melakukan registrasi ulang atau pengesahan STNK setelah masa berlaku STNK habis. Jika masa berlaku STNK habis maka otomatis masa berlaku TNKB juga habis.
 
Pajak STNK Mati 2 Tahun Dianggap Bodong, Siap-siap Kendaraan Disita

Kendaraan bodong bakal disita


Semua kendaraan yang dioperasikan di jalan raya harus dilengkapi surat-surat sebagai identitas resmi dari kepolisian. Jika tidak, maka akan dianggap bodong.
 
"Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor," demikian bunyi Pasal 68 ayat 1 UU 22 Tahun 2009.
 
Jika melanggar ketentuan itu, hukumannya tilang dengan denda Rp500 ribu, seperti yang tercantum dalam Pasal 288 ayat (1) UU LLAJ. Selain itu, kendaraan bermotor yang tak dilengkapi dengan STNK (bodong) bisa disita oleh polisi.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif