Motor ini memang belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun Leopold Sudaryono sudah punya rencana melakukan modifikasi di motor tersebut. Kawasaki Indonesia
Motor ini memang belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun Leopold Sudaryono sudah punya rencana melakukan modifikasi di motor tersebut. Kawasaki Indonesia

Belum Launching, Biker Ini Siapkan Rencana Modif Kawasaki ZX-25R

Otomotif motor baru kawasaki
Ahmad Garuda • 30 Oktober 2019 17:06
Jakarta: Kawasaki memang bikin kejutan besar dengan memperkenalkan Ninja ZX-25R versi 4 silinder di ajang Tokyo Motor Show (TMS) yang berlangsung di Jepang. Namun yang tak kalah istimewa adalah soal sudah calon pembeli yang sudah memberikan uang muka dan rencananya melakukan modifikasi.
 
Yap, dia adalah Leopold Sudaryono yang merupakan penikmat roda dua beragam merek. Ia selalu percaya diri untuk membeli sebuah motor yang memang menarik untuk dimiliki. Salah satunya adalah Kawasaki Ninja ZX-25R yang nantinya akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat.
 
Saat berbicara kepada Medcom.id, Ia menegaskan bakal melakukan beragam perubahan kecil, terutama untuk penyempurnaan performanya sejak putaran awal. Ia juga sudah menulis dalam blog pribadinya (7Leopold7.com) soal perubahan yang ingin Ia lakukan saat motor tersebut resmi masuk garasinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sebenarnya kebiasaan sejak main motor lagi tahun 2012 dengan Ninja 250FI. Modif pelan-pelan. Berlanjut dengan Yamaha R25, lalu Honda CBR250RR juga sama. Rencana yang sama juga terbayang di benak awak untuk Kawasaki Ninja ZX25R," tulis Leopold yang juga aktif menjalani desertasinya di Australia itu.
 
Ia melanjutkan bahwa motor ini dari segi tenaga atau Horse Power sudah cukup ngeri. Tapi ada beberapa hal yang ingin Ia lakukan jika nanti unit motornya sudah sampai ke garasi miliknya.
 
"Pertama saya ingin jajal standard dulu 2 pekan. Gas tipis ngider Banten pas weekend. Compare dengan Ninja 250 yang punya 2 silinder dan 1 silinder, Target tembus 800 km. Lalu servis pertama, ganti filter oli. Setelah break-in selesai. Saya bakal ganti knalpot. Sudah pernah test 250cc 4 silinder. Motor kapasitas mesin kecil, ciri khas suaranya high pitched. Di RPM bawah kalem. Ditarik baru keluar khas merdunya 4 silinder."
 
"Nah saya ingin ganti muffler yang lebih kecil volumenya dan bacot. Karakternya mirip SC Project atau M4 atau Sportisi. Tentu perlu bikin adapter header atau opsi full system. Knalpot berbacot akan membuat suara 4 silinder sudah terdengar mulai dari putaran bawah.
 
"Sebagai motor berkitiran tinggi dan 4 silinder, asumsi saya motor ini bakal kalah tarikan bawah dibandingkan 2 silinder apalagi 1 silinder. Saya mempertimbangkan naikin sprocket belakang. Top speed turun dong om? gpp, motor dipake buat enjoy di jalan raya aja. Gaya riding saya butuh akselerasi ketimbang top speed
 
Ia melanjutkan, setelah semuanya beres, Ia ingin melakukan uji di mesin dyno milik bengkel Sportisi seperti yang biasa Ia lakukan. "Biar lebih kenal karakter tenaganya di atas kertas. Dengan menggunakan piggyback, tidak ganti ECU, harapannya semua fungsi elektronik seperti traction control, power mode, quick shifter, tidak akan terganggu."
 
"Tahap pertama tentu setting untuk menyesuaikan AFR dengan knalpot yang baru. Dugaan saya motor ber-euro 3/4 campuran fuel-udaranya pasti kering. Kita basahin dikit biar tenaga ngisi dan motor ga kepanasan. Timing pengapian? biarin standard dulu deh."
 
Rencana Leo selanjutkan adalah ketika jarak tempuhnya mencapai 2-3 ribu Ia akan fokus mencari ban yang lebih sesuai gaya riding dan kondisi jalan yang dilalui.
 
"Dengan mesin baru dan teknologi yang canggih begini, tentu dalam keadaan standard saja motor sudah ajib banget. Rencana modif di atas lebih untuk mengeluarkan kekhasan suara 4 silinder dan mendapatkan karakter akselerasi yang lebih galak."
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif