Jakarta - Maraknya kendaraan listrik, bukan hanya di segmen kendaraan roda empat saja. Namun di segmen sepeda motor pun pemainnya cukup banyak dan ini membuat banyak orang bingung untuk memilihnya. Lalu pilih mana, motor listrik atau mobil berbahan bakar?
Sebelum membandingkan, penting untuk memahami cara kerja keduanya. Tujuannya agar tahu juga nantinya motor itu cocok untuk kebutuhan atau tidak. Motor BBM mengandalkan pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).
Bensin dibakar di dalam mesin untuk menghasilkan ledakan kecil yang menggerakkan piston, yang kemudian memutar roda. Proses ini menghasilkan tenaga besar tetapi juga banyak energi yang terbuang sebagai panas dan emisi gas.
Sementara motor listrik bekerja dengan prinsip yang lebih sederhana. Energi listrik dari baterai dialirkan ke motor listrik, yang langsung menghasilkan putaran untuk menggerakkan roda. Tidak ada proses pembakaran, tidak ada gesekan piston yang rumit.
Artinya hampir semua energi listrik diubah langsung menjadi tenaga gerak. Inilah alasan fundamental mengapa efisiensi energinya jauh lebih unggul. Namun tentu ini bukan soal efisiensi energi, namun banyak hal yang mendasari apakah seseorang akan membeli sepeda motor listrik atau sepeda motor berbahan bakar.
Lantaran buat Sobat Medcom banyak yang masih kebingungan, tentu perlu perbandingan langsung antar kedua tipe platform sepeda motor tersebut.
Efisiensi Energi:
-Motor Listrik: Sangat efisien, dengan tingkat konversi energi listrik dari baterai ke tenaga di roda mencapai 85-90%. Artinya, sangat sedikit energi yang terbuang sia-sia.
-Motor BBM: Kurang efisien. Mesin pembakaran internal hanya mampu mengonversi sekitar 20-30% energi dari bensin menjadi tenaga gerak. Sebagian besar energi (sekitar 70%) hilang sebagai panas yang terbuang melalui radiator dan knalpot.
Efisiensi Biaya Operasional / 'Bahan Bakar':
-Motor Listrik: Biaya “isi ulang” sangat murah. Biaya listrik untuk mengisi baterai dari 0 hingga penuh umumnya hanya sekitar Rp. 2000-7000 untuk jarak tempuh 50-70 km. Biaya per kilometer hanya sekitar Rp 50 – Rp 100.
-Motor BBM: Biaya sangat fluktuatif mengikuti harga BBM. Untuk motor bebek 110cc yang irit sekalipun (dengan konsumsi 50 km/liter), biaya per kilometer-nya masih sekitar Rp 300 – Rp 400 (dengan harga BBM Ron 92 sekitar Rp 15.000/liter).
Efisiensi Perawatan:
-Motor Listrik: Memiliki sangat sedikit komponen bergerak. Tidak ada oli mesin, busi, filter udara, rantai keteng, atau sistem pembuangan yang rumit. Perawatan rutinnya sangat sederhana, terutama hanya pada sistem rem, ban, dan suspensi. Biaya perawatan jangka panjang jauh lebih rendah.
-Motor BBM: Memiliki ratusan komponen yang memerlukan perawatan rutin: ganti oli, tune-up, ganti busi, membersihkan karburator/injektor, dan sebagainya. Ini membutuhkan biaya dan waktu yang berkelanjutan.
Responsif dan Pengalaman Berkendara:
-Motor Listrik: Tenaga yang dihasilkan instant dan penuh (100% torsi) sejak putaran 0 RPM. Akselerasinya sangat cepat dan responsif karena tidak perlu menunggu perpindahan gigi. Perjalanan menjadi sangat halus dan senyap.
-Motor BBM: Tenaga perlu dibangun dengan memutar mesin ke RPM tertentu dan memanfaatkan transmisi gigi. Meskipun bagi penggemar mesin, sensasi ini justru menyenangkan, dari sudut pandang efisiensi konversi tenaga, cara ini kurang efisien.
-Jarak Tempuh
-Motor Listrik: 50 – 70 Km
-Motor BBM: Kurang lebih 50km /liter karena tergantung type motor yang digunakan
Jakarta - Maraknya kendaraan listrik, bukan hanya di segmen kendaraan roda empat saja. Namun di segmen sepeda motor pun pemainnya cukup banyak dan ini membuat banyak orang bingung untuk memilihnya. Lalu pilih mana, motor listrik atau mobil berbahan bakar?
Sebelum membandingkan, penting untuk memahami cara kerja keduanya. Tujuannya agar tahu juga nantinya motor itu cocok untuk kebutuhan atau tidak. Motor BBM mengandalkan pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).
Bensin dibakar di dalam mesin untuk menghasilkan ledakan kecil yang menggerakkan piston, yang kemudian memutar roda. Proses ini menghasilkan tenaga besar tetapi juga banyak energi yang terbuang sebagai panas dan emisi gas.
Sementara motor listrik bekerja dengan prinsip yang lebih sederhana. Energi listrik dari baterai dialirkan ke motor listrik, yang langsung menghasilkan putaran untuk menggerakkan roda. Tidak ada proses pembakaran, tidak ada gesekan piston yang rumit.
Artinya hampir semua energi listrik diubah langsung menjadi tenaga gerak. Inilah alasan fundamental mengapa efisiensi energinya jauh lebih unggul. Namun tentu ini bukan soal efisiensi energi, namun banyak hal yang mendasari apakah seseorang akan membeli sepeda motor listrik atau sepeda motor berbahan bakar.
Lantaran buat Sobat Medcom banyak yang masih kebingungan, tentu perlu perbandingan langsung antar kedua tipe platform sepeda motor tersebut.
Efisiensi Energi:
-Motor Listrik: Sangat efisien, dengan tingkat konversi energi listrik dari baterai ke tenaga di roda mencapai 85-90%. Artinya, sangat sedikit energi yang terbuang sia-sia.
-Motor BBM: Kurang efisien. Mesin pembakaran internal hanya mampu mengonversi sekitar 20-30% energi dari bensin menjadi tenaga gerak. Sebagian besar energi (sekitar 70%) hilang sebagai panas yang terbuang melalui radiator dan knalpot.
Efisiensi Biaya Operasional / 'Bahan Bakar':
-Motor Listrik: Biaya “isi ulang” sangat murah. Biaya listrik untuk mengisi baterai dari 0 hingga penuh umumnya hanya sekitar Rp. 2000-7000 untuk jarak tempuh 50-70 km. Biaya per kilometer hanya sekitar Rp 50 – Rp 100.
-Motor BBM: Biaya sangat fluktuatif mengikuti harga BBM. Untuk motor bebek 110cc yang irit sekalipun (dengan konsumsi 50 km/liter), biaya per kilometer-nya masih sekitar Rp 300 – Rp 400 (dengan harga BBM Ron 92 sekitar Rp 15.000/liter).
Efisiensi Perawatan:
-Motor Listrik: Memiliki sangat sedikit komponen bergerak. Tidak ada oli mesin, busi, filter udara, rantai keteng, atau sistem pembuangan yang rumit. Perawatan rutinnya sangat sederhana, terutama hanya pada sistem rem, ban, dan suspensi. Biaya perawatan jangka panjang jauh lebih rendah.
-Motor BBM: Memiliki ratusan komponen yang memerlukan perawatan rutin: ganti oli, tune-up, ganti busi, membersihkan karburator/injektor, dan sebagainya. Ini membutuhkan biaya dan waktu yang berkelanjutan.
Responsif dan Pengalaman Berkendara:
-Motor Listrik: Tenaga yang dihasilkan instant dan penuh (100% torsi) sejak putaran 0 RPM. Akselerasinya sangat cepat dan responsif karena tidak perlu menunggu perpindahan gigi. Perjalanan menjadi sangat halus dan senyap.
-Motor BBM: Tenaga perlu dibangun dengan memutar mesin ke RPM tertentu dan memanfaatkan transmisi gigi. Meskipun bagi penggemar mesin, sensasi ini justru menyenangkan, dari sudut pandang efisiensi konversi tenaga, cara ini kurang efisien.
-Jarak Tempuh
-Motor Listrik: 50 – 70 Km
-Motor BBM: Kurang lebih 50km /liter karena tergantung type motor yang digunakan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)